BATASI AKSES MEDIA Dan DIKRITIK WARGA, FOR-WIN LAMBAR: STAR ENERGY JANGAN TUTUP INFORMASI PUBLIK

Gebrakkasus.com — LAMPUNG BARAT — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Wartawan Independen Nusantara (For-WIN) Kabupaten Lampung Barat, Bambang Irawan, menyayangkan langkah pihak Star Energy yang melarang sejumlah awak media memasuki lokasi proyek panas bumi di Kecamatan Air Hitam untuk melakukan peliputan.

Kebijakan ini pun memicu gelombang kritik keras dari masyarakat setempat. pada hari Minggu tanggal 26/07/2026.

Tegasan Bambang Irawan

“Kami sangat menyayangkan jika awak media dilarang masuk ke lokasi proyek. Jika memang ada standar keamanan, seharusnya disampaikan secara terbuka dan dibuat aturan izin yang jelas — bukan menutup akses sepenuhnya yang menghambat tugas jurnalistik.”

“Perusahaan memang berhak mengatur keamanan, namun hal itu tidak boleh mengabaikan kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pers memiliki peran menyampaikan informasi secara objektif dan berimbang kepada masyarakat luas.”

KRITIK TEGAS MASYARAKAT SETEMPAT

Warga sekitar pun turut angkat suara, menilai sikap Star Energy seolah ingin menutup-nutupi segala aktivitas di lokasi:

“Kalau kerjanya benar dan tidak merugikan warga, kenapa takut ada wartawan? Jangan sampai kesannya ada hal yang disembunyikan dari publik!” ujar Hasan, warga setempat pada hari Minggu.

“Kami pun tidak tahu apa saja yang terjadi di dalam sana. Kalau media saja dilarang masuk, bagaimana kami bisa tahu hak dan kewajiban perusahaan terhadap lingkungan dan warga sekitar?” tambah warga lainnya.

“Transparansi itu wajib, apalagi proyek yang berdiri di tanah kami. Jangan berlagak seolah wilayah itu milik sendiri, kami punya hak tahu apa yang terjadi di depan mata kami!” tegas sejumlah warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kronologi di Lapangan

Sebelumnya, sejumlah jurnalis yang hendak meliput kegiatan proyek justru dihalangi petugas keamanan bernama Joni. Pihaknya menyatakan wartawan baru boleh masuk jika sudah mendapat izin resmi tertulis dari manajemen pusat perusahaan.

Bambang berharap Star Energy segera memberikan penjelasan terbuka mengenai prosedur peliputan:

“Jangan sampai kesan yang muncul adalah perusahaan tertutup dan ingin menutup-nutupi apa yang terjadi di lapangan. Hubungan baik antara perusahaan dan media adalah wujud keterbukaan informasi bagi masyarakat.”

Belum Ada Tanggapan Star Energy

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Star Energy terkait kebijakan pembatasan akses ini maupun kritik yang berkembang. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan sesuai UU Pers. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *