TERUNGKAP: ALASAN SEBENARNYA KETUA PANSUS DPRD LAMSEL AMELIA NANDA SARI USIR ASN DARI RAPAT

Gebrakkasus.com – LAMPUNG SELATAN – Terungkap alasan di balik tindakan tegas Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Amelia Nanda Sari, yang meminta sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) keluar dari ruang rapat. Tindakan itu diambil saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Rapat berlangsung pada Kamis (9/4/2026) di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Menurut Amelia, sikapnya bukan tanpa dasar, melainkan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran jalannya forum.

Ia menjelaskan, suasana rapat sejak hari-hari awal pembahasan sering terganggu oleh sejumlah peserta, termasuk ASN dan pihak lain yang asyik berbincang sendiri di dalam ruangan. Teguran sudah disampaikan berulang kali, namun tidak diindahkan.

“Sejak awal sudah diingatkan, bahkan anggota pansus lain juga sudah menegur. Tapi masih saja ada yang ngobrol seolah-olah berada di warung kopi,” ujar Amelia saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).

Puncak Gangguan Saat Bahas Sektor UMKM

Kondisi memuncak saat pembahasan memasuki agenda sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Suara percakapan peserta justru lebih terdengar dibandingkan pembicara utama, ditambah keterbatasan sistem pengeras suara di ruangan.

Amelia sudah memberikan peringatan dua kali agar menjaga ketertiban dan tidak membuat forum terpisah. “Sudah saya ingatkan dua kali: jika tidak berkepentingan langsung, silakan keluar. Tapi tetap tidak digubris,” katanya.

Karena situasi semakin mengganggu jalannya pembahasan, Amelia akhirnya mengambil langkah tegas meminta sejumlah ASN yang tidak berkepentingan untuk meninggalkan ruangan. Momen itu kemudian terekam dan menyebar di media sosial.

Bukan Emosi Pribadi, Demi Kepentingan Publik

Amelia menegaskan tindakannya murni demi menjaga kondusivitas rapat yang membahas penggunaan keuangan daerah.

“Ini bukan soal emosi pribadi atau mengintimidasi siapa pun. Ini soal etika rapat dan tanggung jawab kami membahas uang rakyat agar digunakan dengan benar dan transparan,” tegasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *