ANGGOTA DPRD LAMSEL PDIP MERIK HAPIT KECAM KERAS! VIDIO HOAKS MERUGIKAN WARGA

Gebrakkasus.com – LAMSEL – Kabar yang menyebar luas lewat media sosial berupa video diklaim sebagai letusan terbaru Gunung Anak Krakatau dipastikan tidak benar atau hoaks.

Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan Merik Hapit minta pelaku segera diproses hukum. Jangan biarkan ulah segelintir orang hancurkan masa depan wisata andalan Krakatau!

Terimakasih Atas pertolongan Allah kami selamat sampai tujuan. Terima kasih kepada saudaraku imi, yang selain menjabat Kadus juga Ketua Destinasi wisata, serta rekan-rekan dari Partai PDI Perjuangan yang mendampingi.

Saya Merik Hapit selaku Anggota DPRD Dapil Kalianda Rajabasa turun langsung ke lokasi untuk meluruskan fakta. video Pemberitaan yang beredar dan memicu kegaduhan itu terbukti sepenuhnya bohong dan hoaks.

Kami kecam keras tindakan tidak bertanggung jawab ini! Ini bukan sekadar salah informasi, tapi sudah merupakan upaya sengaja merusak citra dan mematikan harapan ekonomi bagi warga. Pulau Sebesi adalah pulau masa lalu, pulau masa kini, dan masa depan andalan wisata Krakatau. Bagaimana bisa potensi besar ini ternoda dan dihancurkan hanya karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab?

Sangat disayangkan ada pihak yang tega menyebar kabar bohong demi keuntungan sendiri atau sekadar cari sensasi, tanpa peduli ribuan warga yang bergantung hidup pada kunjungan wisatawan. Akibat video berita ini, wisatawan jadi takut berkunjung, ekonomi warga terganggu, dan nama baik daerah tercemar.

Karena itu, kami menuntut aparat penegak hukum segera melacak dan memproses tegas siapa pelakunya. Jangan dibiarkan begitu saja! Penyebaran hoaks yang merugikan masyarakat dan daerah harus dijadikan pelajaran, agar tidak ada lagi yang berani memainkan nasib warga dan potensi wisata kita.

Disisi lain Aparat mengimbau masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, sekaligus tetap mematuhi aturan keselamatan yang berlaku.

Klarifikasi ini disampaikan Langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Canti, Aipda Deni Meydinistira, menyusul viralnya konten tersebut sejak Jum’at malam.

Hasil penelusuran menunjukkan video itu adalah rekaman lama atau editan yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab, berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

“Jangan mudah percaya video yang diklaim erupsi terbaru. Itu hoaks. Jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tegas Deni, Minggu (5/7/2026).

Tetap Waspada Meski Kabar Bohong

Masyarakat diingatkan meski video tersebut tidak benar, status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap Level III (Siaga). Warga, nelayan, dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif demi keselamatan.

“Tetap tenang tapi waspada. Ikuti arahan petugas dan jangan abaikan batas aman,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Rajabasa dan unsur gabungan Polri, TNI, serta BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan, termasuk di Dermaga Canti, sekaligus memberikan edukasi agar warga lebih cermat menyaring informasi.

“Pastikan dulu lewat kanal resmi PVMBG, BMKG, BPBD, atau kepolisian sebelum mempercayai atau membagikan kabar,” tutup Deni. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *