OTK Merusak Tugu Pancasila Kalianda, Pengawasannya Dipertanyakan Publik

Poto: Tugu Pancasila Kalianda dihancurkan Orang TidaK dikenal.

Gebrakkasus.com – LAMSEL,— Nampaknya Wajah ibu kota Kabupaten Lampung Selatan yang tercoreng. Dikarenakan Tugu Pancasila yang berdiri di pintu gerbang Kota Kalianda, tepat di kawasan perkantoran pemerintah daerah,

Diduga dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) yang tak bertanggung jawab, Kerusakan itu pun nampak jelas pada bagian kaca bertuliskan butir-butir Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang pecah dan berserakan di bawah patung Garuda. pada hari Sabtu tanggal 25/4/2026.

Kondisi ini yang memicu pertanyaan besar publik soal lemahnya pengawasan terhadap aset daerah yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan masyarakat.

Ironisnya lagi, tidak ada satu pun pihak terkait di sekitar lokasi yang mengetahui secara pastinya kapan perusakan itu terjadi. dalam hal itu Seorang pedagang nasi goreng yang setiap hari berjualan di sekitar mengaku tidak melihat kejadian tersebut.

“Justru saya baru tahu, pak. Soalnya kita juga tidak terlalu memperhatikan,” Ujarnya pedagang saat ditemui di lokasi.

Informasi dari saksi di lapangan semakin menguatkan dugaan bahwa aksi perusakan ini terjadi tanpa pengawasan yang memadai dari pihak pemerintah, yang semestinya dilokasi ada sisi TV namun’ dilokasi tidak ada satupun. Meski berada di pusat kota.

Camat Kalianda, Ruris Apdani, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari setelah mendapatkan laporan dari Lurah Way Urang.

“Saya tahunya pagi, diberitahu Pak Lurah. Untuk siapa pelakunya, kami juga belum tahu,” ungkapnya saat dihubungi.

Ruris sangat menyayangkan, insiden tersebut terjadi dan menegaskan bahwa Tugu Pancasila merupakan aset penting milik pemerintah daerah yang seharusnya dijaga bersama.

“Seharusnya itu dijaga. Itu aset Pemda, jadi semua unsur mestinya ikut mengawasi,” tegasnya.

Ia juga memastikan, bahwa informasi kerusakan telah disampaikan kepada pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum.

“Kasat Pol PP sudah mengetahui, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga sudah mendapat informasi untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.

Tak hanya kerusakan fisik pada tugu Pancasila, kondisi di sekitar lokasi juga memprihatinkan. Air mancur yang berada di area tersebut terlihat tidak berfungsi lagi, sementara kolamnya justru dipenuhi sampah botol plastik dan bungkusan makanan ringan yang dibuang sembarangan oleh pengunjung.

Situasi ini memperlihatkan dua persoalan sekaligus: dugaan vandalisme yang belum terungkap, serta rendahnya kesadaran masyarakat sekitar dalam menjaga fasilitas aset pemerintah.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera memperkuat sistem pengawasan, termasuk mempertimbangkan untuk pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan peningkatan patroli rutin di kawasan strategis.

Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin ikon kota kalianda yang seharusnya menjadi kebanggaan justru berubah menjadi simbol kelalaian Pemkab.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *