Gebrakkasus.com – LAMSEL – Antrean kendaraan truk menuju Pelabuhan Bakauheni sangat meningkat signifikan sejak Minggu (29/3/2026) malam.
Lonjakan ini terjadi setelah berakhirnya kebijakan pembatasan operasional angkutan logistik selama periode Angkutan Lebaran 2026.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebutkan, sejak pembatasan dicabut pada hari Minggu (29/3/2026) pukul 00.00 WIB, kendaraan logistik yang sebelumnya dialihkan ke pelabuhan alternatif mulai kembali menggunakan lintasan utama melalui Pelabuhan Bakauheni secara bersamaan. Kondisi ini yang menyebabkan peningkatan volume kendaraan truk dalam waktu singkat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean truk bahkan mencapai sekitar 3 kilometer lebih hingga ke akses Jalan Tol Bakauheni, serta sekitar 2 kilometer lebih di jalur arteri menuju pelabuhan.
Meskipun demikian terjadi kepadatan, PT ASDP memastikan layanan penyeberangan akan tetap berjalan normal dan situasi di lapangan dalam kondisi terkendali. Pergerakan kendaraan terus diupayakan tetap mengalir melalui penguatan pengaturan operasional dan distribusi arus secara terukur.
Berbagai langkah pengendalian telah dilakukan, di antaranya penerapan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muatan kapal, dan pemisahan layanan berdasarkan golongan kendaraan, serta optimalisasi buffer zone di luar area pelabuhan guna mengatur ritme kedatangan kendaraan logistik.
Selain itu, sistem digital Ferizy juga dioptimalkan untuk memastikan penjadwalan kendaraan lebih tertib, termasuk pengaturan kuota kendaraan pada waktu tertentu.
PT.ASDP bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan terus turut menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, seperti pengalihan arus ke kantong parkir dan pengaturan prioritas layanan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Dari sisi operasional, armada kapal dan frekuensi perjalanan juga ditingkatkan untuk mempercepat proses pengangkutan kendaraan, khususnya truk, agar antrean dapat segera terurai.
Dalam hal itu General Manager PT.ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengimbau kan para pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan logistik, untuk supaya memastikan telah memiliki tiket sesuai jadwalnya yang telah ditentukan, dan mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan buffer zone yang telah disediakan.
“Ia optimistis dengan berbagai langkah tersebut, antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap dan layanan penyeberangan tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif”. Ungkapnya Partogi Tamba pada hari Senin tanggal 30/03/2026.












