Daerah  

Masyarakat Adat Lampung Barat Dorong Dialog Terbuka dan Realisasi Komitmen PT Star Energy Geothermal Sebelum Tahap Pengeboran

Gebrakkasus.com,,, Lampung Barat, 29 Oktober 2026 – Masyarakat Adat Lampung Barat yang didampingi oleh Dedi aktivis Lambar,”menyampaikan harapan agar PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan adat melalui dialog yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan sebelum memasuki tahapan pengeboran di wilayah operasional perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul belum adanya kejelasan yang diterima masyarakat adat terkait sejumlah agenda dan komitmen yang sebelumnya pernah dikomunikasikan kepada masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana studi banding ke kawasan panas bumi Gunung Salak yang disebut akan melibatkan tokoh dan perwakilan masyarakat adat Lampung Barat.

Menurut perwakilan masyarakat adat, agenda tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan energi panas bumi serta praktik kemitraan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional yang telah berkembang lebih dahulu.

Masyarakat Adat Lampung Barat juga menyampaikan bahwa sejumlah program kemitraan yang telah diajukan kepada perusahaan hingga saat ini masih diharapkan mendapatkan tindak lanjut dan penjelasan resmi. Masyarakat adat berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat memperoleh perhatian yang setara sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat adat meminta adanya komunikasi yang lebih intensif dari pihak perusahaan, termasuk dari jajaran yang selama ini berinteraksi dengan masyarakat, di antaranya **Ibu Laksmi Reva** dan **Ibu Reva**, guna memberikan informasi dan penjelasan mengenai perkembangan berbagai agenda yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat.

Masyarakat Adat Lampung Barat menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan ditujukan untuk menghambat investasi maupun kegiatan pembangunan. Sebaliknya, masyarakat menginginkan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan tetap menghormati keberadaan masyarakat adat sebagai bagian dari lingkungan sosial yang hidup dan berkembang di wilayah tersebut.

“Kami tidak sedang berbicara mengenai persoalan SOP, perizinan, atau aspek administratif lainnya. Yang kami sampaikan adalah pentingnya penghormatan terhadap masyarakat adat lokal. Bagi kami, penghormatan terhadap masyarakat adat bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab sosial dan moral yang perlu diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang setara.”

Lebih lanjut, masyarakat adat berharap perusahaan dapat membuka ruang dialog resmi bersama para pemangku adat, tokoh masyarakat, dan unsur terkait guna membahas berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Pesan kami sederhana. Sebelum pengeboran dimulai, duduklah terlebih dahulu satu meja dengan kami. Dengarkan suara masyarakat adat, hormati keberadaan kami sebagai bagian dari wilayah ini, dan jelaskan secara terbuka perkembangan berbagai komitmen yang pernah disampaikan. Kemitraan yang baik dibangun melalui dialog, kepercayaan, dan saling menghormati.”**

Menurut masyarakat Adat Lampung Barat, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal serta menghormati nilai-nilai budaya yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun.

“Masyarakat adat tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta penghormatan yang layak sebagai bagian dari masyarakat yang hidup, menjaga, dan mewarisi wilayah ini secara turun-temurun. Oleh karena itu, sebelum aktivitas pengeboran dimulai, kami berharap perusahaan dapat duduk satu meja bersama masyarakat adat untuk mendengarkan aspirasi dan membangun kesepahaman bersama.”**

Masyarakat Adat Lampung Barat berharap komunikasi yang konstruktif dan dialog yang setara dapat menjadi landasan bagi terciptanya hubungan kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah Lampung Barat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *