Gebrakkasus.com — LAMPUNG SELATAN — Sebuah operasi penindakan gabungan membongkar penyelundupan sekitar 10 juta batang rokok ilegal di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (22/10/2026). Petugas menyita tiga truk bermuatan rokok tanpa pita cukai yang diduga menggunakan modus penggantian nomor polisi untuk mengelabui pengawasan.
Nilai barang yang disita mencapai Rp14,85 miliar, dengan kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan Rp9,79 miliar.
Bermula dari Informasi Intelijen
Pengungkapan berawal dari informasi yang ditindaklanjuti dengan pemantauan di pintu keluar pelabuhan. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas menghentikan tiga truk dengan nomor polisi: B 9734 SXV, B 9235 JXR, dan B 9523 SXV.
Pemeriksaan menemukan 1.250 karton Sigaret Kretek Mesin merek Marllong yang sama sekali tidak dilekati pita cukai. Rokok tersebut diduga berasal dari Jawa Timur, dengan pola perpindahan muatan di wilayah Cirebon sebelum menyeberang ke Lampung.
“Dugaan pergantian nomor polisi dan pemindahan muatan dilakukan untuk menyamarkan jejak dan menghindari deteksi. Namun, dugaan ini masih perlu didalami melalui pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap petugas.
Tiga Truk dan Lima Orang Diamankan
Sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh barang bukti, tiga unit truk, serta lima orang yang diduga terkait dibawa ke Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat untuk pemeriksaan mendalam. Saat ini belum dijelaskan status hukum kelima orang tersebut secara rinci.
Penindakan dilakukan oleh Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat, Bea Cukai Bandarlampung, Denpom II/3 Lampung, Polsek Pelabuhan Bakauheni, dan Lanal Lampung.
Pertanyaan yang Perlu Jawaban Publik
– Siapa pihak utama yang berada di balik jaringan distribusi rokok ilegal ini, dan apakah ada keterlibatan pihak lain di jalur penyeberangan?
– Di mana lokasi pasti pergantian kendaraan dan nomor polisi, serta siapa yang mengkoordinasikannya?
– Mengapa modus pergantian identitas kendaraan dapat berjalan sejauh ini tanpa terdeteksi sebelumnya?
– Apakah ini bagian dari pola rutin yang menyuplai wilayah Lampung dan sekitarnya?
– Apa langkah konkret yang akan diambil untuk menindak lanjuti dan mencegah pengulangan kasus serupa?
– Siapa dalang di baliknya?
Komando: Pengawasan Akan Diperkuat
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat, Bier Budy Kismulyanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini berkat sinergi lintas instansi.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum bersama TNI dan Polri. Namun, penindakan barang saja belum cukup — jaringan di baliknya juga harus terungkap sepenuhnya,” ujarnya.
Redaksi akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan dan pengungkapan pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.












