WONOSOBO | Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9/2026) pagi. Sebanyak 11 rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Kobaran api dengan cepat melanda kawasan permukiman hingga membuat warga bersama petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan evakuasi.
Kasubsi Penmas Humas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, mengatakan personel kepolisian bersama TNI, pemadam kebakaran, BPBD, dan masyarakat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Berdasarkan data awal sementara, terdapat sekitar 11 rumah yang terdampak akibat peristiwa kebakaran tersebut,” kata Nanang melalui pesan singkat, Sabtu (12/9/2026).
Petugas gabungan juga melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran guna memastikan keselamatan masyarakat.
Nanang menegaskan, jumlah rumah terdampak tersebut masih merupakan hasil asesmen awal. Pendataan dan verifikasi di lapangan masih terus dilakukan sehingga jumlahnya masih dapat berubah.
“Data tersebut masih dalam proses pendataan dan dapat berkembang sesuai hasil verifikasi di lapangan,” ujarnya.
Setelah berjibaku memadamkan kobaran api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api.
Hingga Sabtu siang, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta memastikan kondisi di sekitar permukiman aman.
“Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Petugas masih berada di lokasi dan fokus melakukan proses evakuasi, pendataan warga serta rumah yang terdampak, sekaligus memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman,” terang Nanang.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Afif (32) mengalami luka bakar. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ada satu korban dilarikan ke rumah sakit kondisi penanganan medis karena luka bakar,” tuturnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran, jumlah kerugian materiil, serta data lengkap warga yang terdampak masih dalam proses pendataan dan penyelidikan.
Polisi memastikan informasi terkait kebakaran akan diperbarui setelah seluruh data dari lapangan berhasil diverifikasi.
“Untuk penyebab kebakaran, jumlah kerugian, maupun data korban terdampak, masih dalam proses pendataan dan penyelidikan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah data yang diperoleh dapat dipastikan,” pungkas Nanang. (YS)












