Duel Berdarah di Purbalingga: Dua Kakek Saling Serang Pakai Sajam

 

PURBALINGGA |Warga Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, digegerkan dengan peristiwa berdarah yang melibatkan dua orang kakek, Minggu (6/9/2026) siang.

Keduanya diduga terlibat aksi saling serang menggunakan benda tajam hingga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Informasi sementara yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, kejadian tersebut diduga bermula ketika seorang warga yang disebut bernama Rahmat sedang memasang paralon di kebun miliknya yang berada di sekitar area jurang.

Pemasangan paralon tersebut disebut melintasi area di sekitar lahan milik seorang warga yang dikenal dengan panggilan Roji. Namun, pihak keluarga Rahmat menyebut pemasangan paralon tersebut tidak berada di atas tanah milik Roji.

“Paralonnya lewat di depan rumahnya, tapi bukan di tanahnya. Jadi bapak saya ya tidak masalah. Soalnya orang sana kan pada wegah berurusan,” ujar anak korban dalam keterangan tertulis.

Saat Rahmat sedang bekerja melubangi tanah untuk memasang paralon, Roji disebut tiba-tiba pulang ke rumah.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Roji kemudian mengambil sebilah golok dan mendatangi Rahmat.
Rahmat saat itu disebut sedang membawa linggis dan golok untuk keperluan pekerjaannya, termasuk meratakan akar. Situasi kemudian diduga berubah menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

Pihak keluarga menyebut Rahmat sebelumnya tidak berniat melakukan perlawanan. Namun, karena serangan diduga terus berlanjut, ia akhirnya berusaha mempertahankan diri.

“Ramane niate arep ora mbales, tapi kue wong ora sengsaya (Bapak berniat tidak membalas, tapi itu orang tidak karuan),” jelasnya.

kejadian tersebut, Rahmat dilaporkan mengalami delapan luka sayatan di sejumlah bagian tubuh. Sementara Roji juga dilaporkan mengalami luka.

Keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Warga Sebut Pernah Ada Dugaan Penyerangan

Di tengah kejadian tersebut, muncul informasi dari warga yang menyebut Roji diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Namun, informasi mengenai kondisi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun tenaga medis yang dapat memastikan kondisi tersebut.

Sejumlah warga juga menyebut sebelumnya pernah terjadi dugaan aksi penyerangan yang melibatkan Roji.

“Kaki Roji sudah pernah menyerang orang, tapi bebas menyerang orang lagi,” demikian bunyi pesan yang beredar di grup percakapan warga.

Selain itu, beredar pula informasi bahwa sebelum kejadian duel tersebut, Roji diduga sempat mengancam keselamatan istrinya. Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak keluarga maupun kepolisian.

Warga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi perhatian serius agar tidak terjadi kembali aksi kekerasan yang membahayakan masyarakat.

“Kudune bar kejadian kie, aja olih bali ngumah maning (Seharusnya pasca kejadian ini tidak boleh kembali ke rumah),” ujar salah seorang warga.

Polisi Diminta Usut Dugaan Duel Berdarah

Hingga kini, kedua korban masih menjalani perawatan medis. Sementara penyebab pasti dan kronologi lengkap peristiwa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Polisi diharapkan dapat mengusut secara menyeluruh, termasuk memastikan siapa yang terlebih dahulu melakukan serangan, motif kejadian, serta status hukum masing-masing pihak.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat lantaran melibatkan dua orang lanjut usia dan penggunaan senjata tajam yang mengakibatkan keduanya mengalami luka. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *