Lansia Ditemukan Mengapung di Pemandian Kaliputih Banjarnegara, Diduga Meninggal Sebelum Dievakuasi

Petugas di lokasi kejadian

BANJARNEGARA | Suasana di Pemandian Air Panas Turut, Dukuh Kaliputih, Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, mendadak geger setelah seorang pria lanjut usia ditemukan mengapung di kolam pemandian, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban diketahui bernama Nuryadi, warga Desa Pesantren, Dukuh Baniara, Kecamatan Wanayasa. Pria yang berusia 77 tahun tersebut sehari-hari bekerja sebagai petani.

Peristiwa itu pertama kali diketahui ketika seorang anak yang berada di lokasi bersama ibunya melihat tubuh seseorang terapung di dalam kolam. Anak tersebut kemudian memberitahukan kepada ibunya, Sandra Kartika Dewi (33), yang saat itu hendak mandi air hangat bersama Yulianti (33).

Keduanya kemudian meminta bantuan warga. Eko Supranto (34), warga Desa Tempuran, yang mendapat informasi tersebut segera mengajak warga untuk mengangkat korban dari kolam dan memindahkannya ke sebuah musala kecil di sekitar lokasi.

Eko selanjutnya menghubungi keluarga korban dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Wanayasa.

Tak lama kemudian, petugas gabungan dari Polsek Wanayasa, Koramil, serta tim medis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Pemeriksaan luar dilakukan oleh tim medis Puskesmas Wanayasa 1 yang terdiri dari dr. Dani Marsito, Muhammad Lutfi, Amd.Kep., dan Dewi Utari, A.Md.Keb., dengan didampingi petugas kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Proses serah terima dilakukan oleh pihak Polsek Wanayasa dan Koramil dengan didampingi Kepala Desa Tempuran.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan ikhlas atas kepergian Nuryadi.

Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi perhatian warga sekitar. Polisi melakukan penanganan sesuai prosedur dan memastikan proses evakuasi serta pemeriksaan terhadap korban telah dilakukan. (sop)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *