Karnaval Desa Tegalsari Meriah, Kostum Adat hingga Pentas Wayang Kulit Semalam Suntuk Warnai HUT ke-81 RI

Ki Dalang Wisnu (kiri) bersama Kades Tegalsari Urip sebelum pentas wayang kulit lakon Wahyu Ratu

PURWOREJO | Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Masyarakat menggelar karnaval pada Senin (24/8/2026) dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menampilkan beragam kreativitas budaya.

Karnaval mengambil titik start dan finis di wilayah Sipring hingga perbatasan Teges. Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam kreasi, mulai dari pelajar, kelompok masyarakat, hingga unsur tokoh masyarakat dari setiap pedukuhan.

Kepala Desa Tegalsari, Urip, turut berjalan mengikuti seluruh rute karnaval hingga kegiatan berakhir. Kehadiran kepala desa bersama masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Peserta juga berasal dari SMP TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di setiap pedukuhan. Tak kalah menarik, sejumlah kelompok menampilkan kostum dan kreasi unik yang menjadi perhatian warga.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan ibu-ibu pengampu PAUD yang mengenakan kostum bernuansa adat dari luar Pulau Jawa.

Kreativitas tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam karnaval tahun ini.

Pengamanan kegiatan melibatkan jajaran Polsek Bruno, Koramil, Hansip, PGN serta unsur keamanan lainnya. Tokoh masyarakat Desa Tegalsari juga turut hadir dan memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian karnaval berlangsung aman dan meriah.

Karnaval berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Namun kemeriahan tidak berhenti di sana. Masyarakat kemudian disuguhi pentas seni hingga semalam suntuk dengan menghadirkan Ki Dalang Wisnu dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mementaskan lakon ‘Wahyu Ratu’.

Berbagai kesenian tradisional seperti kuda kepang dan lesus Kebo ireng yang di Pimpin Abah Zidan turut dipentaskan.

Antusiasme masyarakat terlihat hingga rangkaian pertunjukan berakhir, bahkan kemeriahan kegiatan masih berlanjut pada hari berikutnya.

Perwakilan Kecamatan Bruno melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Piwarnо, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan masyarakat seperti karnaval menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi dan semangat nasionalisme.

Pemerintah Desa Tegalsari juga menyampaikan kebanggaan dan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digelar masyarakat setiap tahun tersebut.

Selain menjadi hiburan rakyat, karnaval dan pentas seni ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui gotong royong, kreativitas, pelestarian kesenian tradisional, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Dengan beragam kostum unik, atraksi budaya, dan pentas seni tradisional, Karnaval Desa Tegalsari tahun ini pun menjadi salah satu perayaan HUT ke-81 RI yang meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat. (Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *