Gebrakkasus.com – WIROSARI, GROBOGAN – Perubahan luar biasa terjadi di Desa Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bangunan tua peninggalan Belanda yang dikenal sebagai Waduk Kali Brug, yang dulunya sepi dan bahkan konon dihindari warga karena dianggap angker, kini berubah total menjadi tempat wisata kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Pada kamis tanggal 16/07/2026.
Dulu, waduk dan jembatan tua ini jarang disentuh. Bangunan yang sudah menua itu lama tidak mendapat perawatan, rumput liar tumbuh semak belukar, dan warga sekitar hanya melintas tanpa berani berhenti. Konon, tempat ini dikenal angker sehingga tidak ada yang berani mampir lebih lama di sana.
Inisiatif Warga Ubah Wajah Waduk
Seiring berjalannya waktu, warga setempat tergerak hati untuk merawat peninggalan bersejarah itu secara perlahan. Mereka bergotong royong membersihkan rumput liar, memasang lampu penerangan agar tempat itu terang dan aman, serta membuat bangku dan meja kayu untuk tempat bersantai.
Keindahan alami waduk ini pun mulai terlihat. Air yang mengalir dari bendungan itu memancar indah, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan. Lama-kelamaan, tempat yang dulu sepi itu mulai disukai anak-anak remaja hingga orang dewasa untuk bersantai.
Berkembang Menjadi Pusat Kuliner Rakyat
Kehadiran pengunjung perlahan menarik perhatian para pedagang kaki lima. Satu per satu pedagang mulai berdatangan, hingga akhirnya deretan lapak makanan dan minuman tertata rapi di sepanjang area waduk. Setiap hari, mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB, tempat ini hidup dan ramai.
Berbagai jenis jajanan, makanan berat, hingga minuman segar dan kopi tersedia lengkap. Masyarakat dari berbagai usia—mulai dari anak-anak, remaja yang nongkrong, hingga orang tua—berdatangan untuk menikmati suasana sejuk sambil menikmati jajanan warga.
Pihak Kecamatan Ikut Meninjau
Kepopuleran Waduk Kali Brug ini akhirnya sampai ke telinga pihak berwenang. Petugas dari Kecamatan Wirosari pun mendatangi lokasi secara langsung, ingin melihat langsung perubahan luar biasa yang tumbuh dari inisiatif murni masyarakat ini.
Kini, waduk peninggalan Belanda yang dulu dihindari itu telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, bukti nyata bahwa gotong royong warga mampu mengubah tempat terlantar menjadi aset yang bermanfaat dan menghidupkan ekonomi warga sekitar.












