NGANJUK | Semangat, budaya, dan pendidikan berpadu dalam Pembukaan MPLS sekaligus Launching BSAN ( Budaya Sekolah Aman dan Nyaman ) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang digelar pada Senin (13/07/2026) itu Mengusung tema “GEMA ASKARA: Nyalakan Jiwa Juang, Lestarikan Budaya Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menanamkan karakter, semangat berprestasi, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia kepada seluruh peserta didik baru.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan penuh makna. Kepala SMP Negeri 1 Sawahan, Eko Hadi Purnomo, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan dengan memukul gong, sebagai simbol dimulainya perjalanan para murid memasuki dunia pendidikan jenjang sekolah menengah pertama.
Suasana semakin semarak dengan prosesi penyematan ikat kepala kepada perwakilan peserta murid baru sebagai lambang kesiapan menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Sawahan.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Upacara Bendera, Siaga Bencana, Literasi Digital dan Parade Ekstrakurikuler serta penampilan tari tradisional serta iringan gamelan Jawa yang dimainkan oleh para murid.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Sebanyak 216 peserta murid baru, yang terbagi dalam tujuh gugus, mengikuti seluruh rangkaian MPLS yang berlangsung sesuai pedoman Kementerian Pendidikan.
Kepala SMP Negeri 1 Sawahan, Eko Hadi Purnomo, S.Pd., menjelaskan bahwa secara nasional pelaksanaan tahun ini mengusung tema “MPLS Ramah”, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan.
Mengacu pada semangat tersebut, SMP Negeri 1 Sawahan mengembangkannya menjadi tema “GEMA ASKARA” yang memiliki filosofi mendalam.
“Gema berarti suara yang menggema sebagai simbol semangat. Sementara Askara berarti cahaya yang melambangkan prestasi. Melalui MPLS ini kami ingin menumbuhkan semangat peserta didik agar memiliki mental yang tangguh, berani bermimpi, dan berjiwa juara,” ujar Eko.
Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta budaya belajar yang positif sejak hari pertama murid menginjakkan kaki di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta murid mendapatkan berbagai materi yang telah disusun berdasarkan panduan resmi pemerintah. Materi tersebut meliputi pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, program pembelajaran, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif, pendidikan anti-perundungan (bullying), pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, hingga pembentukan karakter dan budaya positif.
Lebih dari sekadar memahami aturan sekolah, SMP Negeri 1 Sawahan menargetkan agar setiap peserta didik memiliki keberanian untuk menetapkan cita-cita setinggi mungkin sebagai bekal meraih masa depan.
“Kami ingin sejak awal anak-anak memiliki mimpi. Ketika mereka memiliki cita-cita, mereka akan lebih fokus belajar, disiplin, dan memiliki motivasi untuk terus berkembang serta meraih prestasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, makna prestasi tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan murid mengembangkan potensi di bidang seni, olahraga, keagamaan, organisasi, hingga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak yang santun dalam berbicara, sopan dalam bertindak, menghormati guru, menghargai teman, serta memiliki budi pekerti yang baik, itu juga merupakan prestasi yang harus dibanggakan,” tegasnya.
Selain membangun motivasi, sekolah juga berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan belajar yang baru, baik mengenal fasilitas sekolah maupun menjalin hubungan yang harmonis dengan guru, tenaga kependidikan, dan sesama murid
“Lingkungan SMP tentu lebih luas dibandingkan SD. Melalui MPLS ini kami berharap anak-anak dapat mengenal sekolah dengan baik, merasa nyaman, percaya diri, serta siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal,” jelas Eko.
Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 1 Sawahan menjadi bukti bahwa pengenalan lingkungan sekolah dapat dilaksanakan secara edukatif, humanis, menyenangkan, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Perpaduan antara semangat MPLS Ramah dengan pelestarian budaya melalui tari tradisional dan gamelan Jawa menghadirkan pesan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga melahirkan insan yang berkarakter, berintegritas, berbudaya, serta memiliki kepedulian terhadap jati diri bangsa.
Melalui semangat GEMA ASKARA, SMP Negeri 1 Sawahan meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki jiwa juang, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Dari lingkungan sekolah inilah diharapkan lahir generasi penerus yang mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa di masa depan. (*)












