PENTAS SENI BUDAYA HELAU: RUANG EKSPRESI BERSAMA DORONG KREATIVITAS, EKONOMI, DAN PARIWISATA

Gebrakkasus.com – LAMPUNG SELATAN – Pentas Seni Budaya Helau disiapkan sebagai ruang terbuka bagi seluruh pegiat seni dan masyarakat untuk berekspresi serta berkolaborasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi milik bersama, bukan hanya milik pemerintah, sehingga ke depannya dapat menjadi pusat pertemuan, interaksi sosial, sekaligus penggerak aktivitas ekonomi dan kepariwisataan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, Dr. I Nyoman Setiawan, menjelaskan bahwa acara ini sejalan dengan program unggulan Desa Helau yang dicanangkan Bupati Radityo Egi Pratama. Ada tiga dampak utama yang ingin dicapai: pertama, memberikan hiburan yang layak bagi masyarakat; kedua, menjadi wadah menampung dan mengembangkan kreativitas para seniman lokal; dan ketiga, lebih dari sekadar pementasan, kegiatan ini juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian warga.

“Dengan banyaknya penonton yang hadir, diharapkan pelaku UMKM di sekitar lokasi juga ikut merasakan manfaatnya. Jika antusiasme masyarakat terus meningkat, maka geliat usaha kecil dan menengah akan ikut terangkat,” ujar Nyoman Setiawan saat dikonfirmasi pada Jumat, 12 Juni 2026.

RENCANA PELAKSANAAN BERKELANJUTAN

Untuk tahap awal, kegiatan ini baru digelar selama satu hari. Namun, jika mendapatkan tanggapan dan dukungan positif dari masyarakat, pihaknya berencana menjadikan Pentas Seni Budaya Helau sebagai agenda rutin setiap minggu, dengan pelaksanaannya akan bergiliran di berbagai kecamatan. Lokasi dan jadwalnya pun akan disesuaikan agar dapat menjangkau lebih banyak warga di seluruh wilayah.

DUKUNGAN DAN KOLABORASI BERSAMA SELURUH ELEMEN

Kegiatan ini tidak diselenggarakan sendirian oleh satu instansi saja. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Erdyansyah, S.H., juga memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya acara ini. Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, Dewan Kesenian Lampung Selatan, serta para pegiat seni.

Momen ini sekaligus menjadi kebangkitan kembali, mengingat sudah cukup lama tidak ada pementasan seni budaya yang bersifat rutin dan terorganisir secara khusus.

“Tema Helau sengaja dikaitkan dalam setiap penampilan, selain menghibur juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami makna dan tujuan dari program Desa Helau itu sendiri. Inilah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat untuk memajukan daerah kabupaten Lampung Selatan,” pungkasnya. (Fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *