Menuai Sorotan Publik, Di Tengah Gencar Seruan Efisiensi Dari Pemerintah Pusat , Anggaran Laundry DPRD Lamsel Boros Mencapai Rp 78. juta 

Gebrakkasus.com – Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, belanja DPRD tersebut dinilai mencederai rasa keadilan publik.

Anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Sangat pantastis per-tahun nya mencapai Rp 78.000.000 juta. Yang kembali Menuai sorotan publik. Pada hari Jum’at tanggal 15 Mai 2026.

Menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) di lingkungan Sekretariat DPRD, pejabat tersebut adalah ASN (PNS) yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran (Sekwan/Kabag) untuk membantu mengelola, melaksanakan, dan mengendalikan satu atau beberapa kegiatan/subkegiatan dalam dokumen anggaran DPRD.

PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD kabupaten Lamsel.

Menurut alibinya sekwan, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Sekwan menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulannya sebesar Rp 6.500.000 setelah dipotong pajak. Jika dikalikan dengan 12 bulan yang mencapai angka Rp 78.000.000 juta pertahunnya dalam Seluruh proses pelaksanaan tersebut dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami berupaya menjalankan seluruh kegiatan sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam proses pengadaannya,” tambahnya.

Sekretariat DPRD Lampung Selatan berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran perawatan fasilitas di lingkungan DPRD.

Masyarakat Menanggapi pernyataan sekwan

Namun’ masih Banyaknya warga Lampung Selatan yang mempertanyakan urgensi penggunaan uang rakyat itu, untuk kebutuhan yang dianggap tidak menyentuh kepentingan langsung masyarakat.

Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, belanja tersebut dinilai mencederai rasa keadilan publik.

“Anggaran sebesar itu hanya untuk londry, tentu sangat disayangkan. Di saat rakyat sedang susah, pejabat seharusnya memberi contoh hidup sederhana, masa untuk londry saja 78 juta ” ujarnya salah satu warga Lampung Selatan yang tidak ingin disebut namanya.

Kritik semakin tajam karena pemerintah pusat maupun daerah sebelumnya terus menggembar-gemborkan efisiensi belanja daerah.

Namun’ anehnya di sisi lain, muncul dugaan adanya pos anggaran yang dianggap tidak mendesak justru tetap dipertahankan dengan nilai pantastis besar.

Dalam hal itu Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Lamsel yang dipimpin oleh Bupati Radityo Egi Pratama supaya segera mengevaluasi kinerja Sekretaris DPRD, karenah dinilai pemborosan anggaran, supaya agar tercipta pengelolaan anggaran dapat minimal mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *