Warga Purwasaba Geruduk Inspektorat, Tagih Hasil Audit Seleksi Perangkat Desa yang Mandek

 

BANJARNEGARA | Suasana panas terjadi di Kantor Inspektorat Banjarnegara, Senin (20/4/2026). Sejumlah warga Desa Purwasaba bersama peserta seleksi perangkat desa mendatangi kantor tersebut untuk menuntut kejelasan hasil audit yang hingga kini belum juga diumumkan.

Aksi ini dipicu lambannya proses pemeriksaan dugaan kejanggalan dalam penjaringan perangkat desa yang digelar pada Februari lalu. Warga menilai, penanganan kasus tersebut terkesan bertele-tele dan tidak transparan.

“Sudah hampir dua bulan, tapi belum ada kejelasan. Kami seperti digantung,” ujar Rafli, salah satu peserta seleksi, dengan nada kesal.

Menurut warga, permohonan informasi yang telah diajukan sejak lama tidak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak terkait. Mereka pun menegaskan bahwa transparansi dalam proses ini adalah harga mati.

Tak hanya itu, warga juga mengancam akan membawa persoalan tersebut ke tingkat provinsi jika Inspektorat Banjarnegara tetap bungkam.

“Kalau di sini tidak ada kepastian, kami akan ke Semarang. Biar Gubernur yang turun tangan,” tambah Rafli.

Lamanya proses audit juga memicu kecurigaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan kepastian hukum serta integritas hasil seleksi perangkat desa tersebut.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Banjarnegara, Agung Yusianto, menyatakan bahwa proses audit masih berjalan. Namun, ia belum bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan akan diumumkan ke publik.

“Masih dalam proses. Nanti akan kami sampaikan pada waktunya,” singkatnya.

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik karena turut menyeret nama Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf, yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

Hingga kini, warga mengaku akan terus mengawal kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *