Angin Kencang Robohkan Rumah Warga Ketapang hingga Rata dengan Tanah, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Gebrakkasus.com — LAMPUNG SELATAN — Angin kencang merobohkan sebuah rumah warga hingga rata dengan tanah di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (25/10/2026). Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke rumah tetangga. Kerugian material ditaksir mencapai Rp40 juta.

Rumah milik Yahya, yang berlokasi di Dusun 8 Muara Kamal, RT 002/RW 008, mengalami kerusakan berat hingga roboh total. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian Yahya sedang berada di luar rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ketika angin kencang melanda wilayah setempat.

Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah lapuk dan rapuh turut menjadi faktor penyebab rumah tersebut ambruk saat diterjang angin.

“Bangunan rumah dalam kondisi tidak layak huni, lapuk, dan rapuh dengan konstruksi geribik. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Aswarodi saat dikonfirmasi, Minggu.

Rumah Roboh Total, Korban Terpaksa Mengungsi

Robohnya rumah tersebut membuat Yahya kehilangan tempat tinggal. Untuk sementara, ia menumpang di rumah tetangga terdekat sambil menunggu upaya penanganan dan bantuan lebih lanjut.

Berdasarkan pendataan awal, kerusakan masuk kategori berat karena bangunan roboh total. Nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Pasca kejadian, perangkat desa bersama ketua RT dan RW mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta membantu menyelamatkan barang-barang milik korban. Warga sekitar juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan.

Aswarodi menjelaskan, laporan kejadian telah diterima oleh Camat Ketapang dan BPBD Kabupaten Lampung Selatan. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan kebutuhan korban mendapat perhatian.

BPBD Koordinasi Bantuan Hunian

BPBD Kabupaten Lampung Selatan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait upaya bantuan hunian bagi Yahya. Bantuan logistik berupa kebutuhan pokok atau sembako juga telah disalurkan kepada korban.

“Dari BPBD Lampung Selatan sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait bantuan hunian yang diberikan kepada korban. Sementara untuk logistik atau sembako sudah disalurkan,” ujar Aswarodi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan serius mengenai risiko bangunan tidak layak huni ketika cuaca ekstrem melanda. Rumah dengan konstruksi rapuh berpotensi mengalami kerusakan parah, terutama saat diterjang angin kencang.

Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Lampung untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada siang hingga sore hari.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang rapuh, mewaspadai pohon yang berisiko tumbang, serta segera mencari tempat aman ketika angin kencang terjadi.

Peristiwa di Ketapang ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca sekaligus perhatian terhadap rumah warga yang tidak lagi layak huni. Penanganan terhadap korban juga perlu terus dikawal agar kebutuhan tempat tinggal sementara dan bantuan lanjutan dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *