Sukabumi,- Wilayah Cibadak yang berada di Kabupaten Sukabumi menyimpan berbagai potensi cagar budaya dan jejak sejarah yang kaya, mencakup masa prasejarah, era Kerajaan Padjajaran, masa kolonial Belanda, hingga tradisi transportasi unik ada juga potensi dan situs cagar budaya serta sejarah di wilayah Cibadak.
Situs Batu Berundak Karang Tengah, Struktur batuan bertingkat yang menjadi indikasi peninggalan tradisi megalitik. Batu Tulis & Batu Sangiang Tapak, Situs yang memuat goresan atau pahatan aksara Sunda kuno. Goa Nangsi (Kampung Nyalindung, Desa Warnajati) Goa sedalam kurang lebih 30 meter yang diyakini terkait dengan peninggalan masa Kerajaan Padjajaran (Prabu Siliwangi), di mana di dalamnya terdapat formasi batu yang menyerupai arca orang sedang bersemedi serta aliran air.
Taman Prabu Siliwangi (Cukang Lemah), adalah kawasan patilasan yang pernah tercatat sebagai destinasi wisata sejak zaman kolonial Belanda, serta memiliki sejumlah goa seperti Goa Cikahuripan dan Goa Cukang Lemah yang dihiasi stalagmit. Terdapat pemandian air panas peninggalan belanda, komplek pemandian air panas bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1890-an. Terdapat bunker perang, sisa-sisa bangunan pertahanan militer zaman lampau.
Cibadak adalah kawasan yang diyakini sebagai cikal bakal perkembangan wilayah Cibadak dan bagian penting dari sejarah Kabupaten Sukabumi. Nayor adalah Ikon Transportasi Tradisional walaupun saat ini sudah jarang terlihat, Kendaraan tradisional khas Cibadak berupa kereta kuda yang mulai beroperasi sejak tahun 1941. Dahulu digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan kapur dari pertambangan lokal sebelum beralih fungsi menjadi angkutan umum pada era 1960-an.












