BANYUMAS | Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 mulai direalisasikan di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program yang menyasar pembangunan infrastruktur, perbaikan hunian, hingga pelayanan sosial ini dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, bersama perwakilan Pangdam IV/Diponegoro, Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (16/10/2026).
Progres Jalan Rabat Beton
Berdasarkan laporan harian masing-masing wilayah, percepatan pembangunan infrastruktur fisik sudah mulai terlihat. Di wilayah Kodim 0701/Banyumas, pembangunan jalan rabat beton di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, telah mencapai 53 persen pada Sabtu (17/10/2026). Proyek ini memiliki target panjang 815 meter dengan lebar 2,5 meter, serta didukung pembangunan talud, plat beton, dan drainase.
Sementara itu, pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, telah mencapai 65 persen dengan dukungan anggaran Pemerintah Daerah sebesar Rp284 juta.
Di wilayah Kodim 0709/Kebumen, laporan per Jumat (16/10/2026) mencatat pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, telah mencapai 52 persen dari target 700 meter. Dua lokasi lainnya di Kebumen, yakni Desa Jemur dan Desa Pekuncen, dipersiapkan menyusul.
Fokus Jembatan, Air Bersih, dan RTLH
Selain jalan, program ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur vital lainnya untuk menunjang mobilitas dan kesejahteraan warga:
* Jembatan: Sebanyak 22 titik jembatan menjadi sasaran pembangunan, yang terbagi atas 10 titik di Banyumas (dukungan Sterad) dan 12 titik di Kebumen.
* Air Bersih & Sanitasi: Pembangunan sumur bor ditargetkan menjangkau 30 titik di Banyumas dan 50 titik di Kebumen (salah satunya di Desa Triwarno yang telah mencapai 24 persen). Program ini juga mencakup jambanisasi dan pembangunan fasilitas MCK.
* Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sebanyak 105 unit rumah di Banyumas (kolaborasi Sterad, CSR, dan Pemkab) serta 45 unit rumah di Kebumen masuk dalam sasaran rehabilitasi.
Revitalisasi Fasilitas dan Pelayanan Sosial
Program Bakti TNI AD juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan. Di Banyumas dan Kebumen, sasaran revitalisasi mencakup sejumlah sekolah, tempat ibadah, panti asuhan, hingga penataan area makam bersejarah.
Dari sektor pelayanan sosial, sejumlah kegiatan telah menunjukkan hasil optimal. Di Banyumas, layanan operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan dan nikah massal, serta pembagian alat bantu mobilitas tercatat mencapai 100 persen.
Sedangkan di Kebumen, pengobatan gratis bagi 1.000 warga, bantuan kaki palsu, kursi roda, dan operasi bibir sumbing turut disalurkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Libatkan Ratusan Personel Gabungan
Pelaksanaan program ini melibatkan ratusan personel gabungan untuk memastikan target dapat tercatat dengan baik.
Di Banyumas, sebanyak 450 personel yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, elemen masyarakat, hingga mahasiswa dikerahkan ke lapangan.
Adapun di Kebumen, kegiatan ini melibatkan 103 personel lintas unsur.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, program Bakti TNI AD untuk Rakyat diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi aksesibilitas, perekonomian, dan taraf hidup masyarakat di Banyumas dan Kebumen. (**Git)












