NGANJUK| Kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya seorang pria yang jasadnya ditemukan terkubur di samping rumahnya di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.
Informasi mengenai penangkapan kedua terduga pelaku mulai beredar luas di media sosial pada Kamis (16/7/2026), disertai sejumlah foto yang memperlihatkan proses pengamanan.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, keduanya diduga ditangkap di wilayah Waru, Kabupaten Sidoarjo. Namun, lokasi penangkapan tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia mengatakan kedua terduga pelaku diamankan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
“Terduga pelaku ditangkap pukul 02.00 WIB. Saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujar AKP Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Berdasarkan informasi awal, kedua terduga pelaku berusia sekitar 20 hingga 25 tahun. Salah satunya merupakan seorang perempuan yang disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan korban. Namun, identitas maupun status hubungan tersebut masih menunggu kepastian dari hasil penyidikan.
Seiring berkembangnya kasus ini, berbagai informasi mengenai dugaan motif pembunuhan ramai beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut hubungan asmara kedua terduga pelaku tidak mendapat restu dari korban sehingga diduga menjadi pemicu peristiwa tersebut.

da pula informasi lain yang menyebut motif berkaitan dengan permintaan sepeda motor yang tidak dipenuhi korban, serta kabar bahwa perempuan tersebut merupakan anak angkat korban.
Meski demikian, hingga kini seluruh informasi mengenai motif tersebut belum dibenarkan oleh kepolisian. Penyidik masih mendalami keterangan para terduga pelaku dan mengumpulkan alat bukti untuk memastikan kronologi serta latar belakang kejadian.
Peristiwa ini terungkap setelah warga mencium bau menyengat dari sekitar rumah korban pada Rabu (15/7). Kecurigaan kemudian mengarah pada sebuah gundukan tanah baru di samping rumah yang ditutup batang pisang dan genting.
Saat dilakukan pembongkaran oleh petugas, ditemukan jasad seorang pria berusia sekitar 50 tahun berinisial G, yang diduga merupakan penghuni rumah dan sebelumnya dilaporkan menghilang.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, korban diduga telah hilang sejak Senin (13/7). Saat itu, istri korban pulang bekerja menjelang Magrib dan mendapati seluruh pintu rumah terkunci serta lampu dalam keadaan padam. Karena tidak dapat masuk, ia memilih bermalam di rumah tetangga.
Keesokan harinya, Selasa (14/7), perempuan yang diduga anak korban disebut mengajak ibunya pergi ke Malang dengan alasan mencari korban yang dikabarkan menghilang. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dan belum disampaikan secara resmi oleh kepolisian.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Nganjuk masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua terduga pelaku guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta peran masing-masing.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil penyidikan resmi. (Ev)












