Takbiran Berujung Ricuh, Warga Bateh Kepung Balai Desa Tuntut Keadilan

 

MAGELANG|Suasana menjelang Idul Fitri di Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang berubah tegang setelah terjadi dugaan penganiayaan saat malam takbiran.

Kericuhan bermula dari rombongan pemuda asal Ngowah yang berkeliling membangunkan sahur. Namun, aktivitas itu dinilai meresahkan karena menggunakan motor berknalpot brong, menyalakan petasan, serta diduga disertai konsumsi minuman keras.

Teguran dari pemuda Dusun Nglampu memicu adu mulut yang berujung bentrokan. Akibatnya, beberapa warga Nglampu mengalami luka dan harus menjalani visum di rumah sakit.

Keesokan harinya, ratusan warga mendatangi balai desa menuntut keadilan dan tindakan tegas dari aparat. Polisi dan TNI bersama pemerintah desa langsung melakukan mediasi, namun belum mencapai kesepakatan.

Pihak kepolisian menyatakan kasus ini akan ditangani secara profesional, termasuk kemungkinan penyelesaian melalui restorative justice. Sementara itu, sekitar 10 pemuda dari kelompok Ngowah telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Meski situasi mulai kondusif, warga tetap mendesak pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Proses mediasi masih berlangsung guna mencegah konflik meluas. (*Yusup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *