BANYUMAS | Perbaikan mata air Pancuran di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menjadi sorotan warga setelah dilakukan PT STAR usai persoalan tersebut ramai diberitakan media.
Warga menyebut perbaikan dilakukan pada bak penampungan mata air yang sebelumnya mengalami kebocoran. Setelah diperbaiki, debit air yang keluar disebut kembali bertambah.
Namun, langkah tersebut justru memunculkan pertanyaan di kalangan warga. Mereka mempertanyakan alasan perbaikan baru dilakukan setelah persoalan mata air tersebut menjadi perhatian publik.
“Setelah viral di media, mata air pancuran diperbaiki perusahaan agar debitnya bertambah,” ujar salah seorang warga.
Warga yang tergabung dalam SEMAR SETAMAN sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut melalui surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka berharap pemerintah menindaklanjuti persoalan sumber mata air yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Darmakradenan.
Selain mata air Pancuran, warga juga menyoroti pekerjaan di kawasan sekitar Gua Lawa. Mereka menyebut area yang sebelumnya menjadi lokasi pekerjaan sempat kembali ditanami.
Menurut warga, persoalan utama bukan semata-mata soal perbaikan bak penampungan, melainkan alasan mengapa perbaikan baru dilakukan setelah persoalan tersebut diberitakan.
“Sebetulnya sama, hanya memperbaiki bak penampungan yang bocor. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa setelah viral baru diperbaiki?” katanya, Kamis (6/8)
Sementara itu, ESDM Slamet Selatan menyatakan pihaknya telah meminta PT STAR memberikan penjelasan kepada warga yang mengirimkan surat.
“Kita sudah sampaikan ke PT STAR untuk memberikan penjelasan kepada pengirim surat. Selain itu, karena suratnya ditujukan ke kementerian, kita menunggu tindak lanjut dari kementerian,” ujar Kasi Geologi Mineral Batubara ESDM Slamet Selatan, Heri Subekti.
Meski mata air telah diperbaiki, persoalan tersebut belum sepenuhnya dianggap selesai. Warga masih menunggu penjelasan resmi dari PT STAR serta tindak lanjut pemerintah atas surat yang telah mereka sampaikan kepada Kementerian ESDM.
Bagi warga, perbaikan bak penampungan memang berdampak pada bertambahnya debit air. Namun, mereka menginginkan penjelasan yang lebih terbuka mengenai kondisi mata air dan aktivitas perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT STAR mengenai alasan perbaikan dilakukan setelah persoalan tersebut ramai diberitakan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari sisi perbaikan fisik mata air, tetapi juga memastikan kondisi sumber air dan lingkungan di Darmakradenan tetap terjaga. (str)












