Dini Hari Berdarah Api, Ponpes Assidiqiyah Kebumen Dilalap Si Jago Merah

 

KEBUMEN | Ketenangan dini hari di Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen mendadak berubah menjadi kepanikan. Kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Alibin Wadda’wah Assidiqiyah dilalap kebakaran hebat pada Kamis (12/3) sekitar pukul 02.30 WIB.

Api yang berkobar dari salah satu kamar asrama memaksa para santri berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari kepungan asap tebal.

Peristiwa mencekam itu pertama kali diketahui seorang santri bernama Alip. Saat terbangun dari tidurnya, ia mendapati api sudah membesar di salah satu kamar sisi barat bangunan.

Tanpa berpikir panjang, Alip langsung berteriak membangunkan teman-temannya yang masih terlelap.
Teriakan tersebut memicu kepanikan di dalam asrama. Para santri berusaha keluar menyelamatkan diri sambil mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Pengasuh ponpes, Kartika Nur Ma’rifah, kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tim pemadam dari Satpol PP Kebumen

bergerak cepat. Hanya sekitar delapan menit setelah laporan diterima, petugas sudah tiba di lokasi kejadian.

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD hingga warga sekitar. Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke seluruh kompleks pesantren.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil cukup besar.

Beberapa ruang sekolah serta kamar asrama santri mengalami kerusakan parah akibat dilalap api.

Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta. Sementara sejumlah aset pesantren senilai kurang lebih Rp350 juta berhasil diselamatkan dari kobaran api.

Petugas pemadam kebakaran, Teguh Sumarno, menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa.

Kini, puing-puing bangunan yang tersisa menjadi saksi bisu kepanikan para santri yang harus menyelamatkan diri di tengah kobaran api dini hari. (gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *