SALATIGA | Seorang remaja berusia 14 tahun menjadi korban penyiraman air keras disertai penganiayaan di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Korban yang mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus tersebut diungkap Polres Salatiga dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Widya Qasana Tribrata Polres Salatiga, Selasa (7/7/2026).
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 01.30 WIB. Korban diduga menjadi sasaran penyiraman air keras dan penganiayaan oleh pelaku.
“Korban mengalami luka berat, terutama pada bagian mata akibat penyiraman cairan yang diduga air keras,” kata Ade
Laporan polisi dibuat oleh kakak korban setelah mendapat kabar dari keluarga bahwa adiknya menjadi korban kekerasan. Saat tiba di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Salatiga, korban diketahui mengalami kerusakan serius pada mata kiri dan masih mendapat bantuan alat pernapasan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Satreskrim Polres Salatiga mengamankan seorang tersangka berinisial LJA (19), warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang berdomisili di Kota Salatiga.
Ade mengatakan penyidik masih terus mendalami motif pelaku dan melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut.
“Kami berkomitmen menangani setiap tindak pidana kekerasan, khususnya yang melibatkan anak sebagai korban, secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum kepada korban maupun keluarganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, polisi juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama agar tidak berada di luar rumah pada malam hari tanpa kepentingan mendesak.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebut korban dan kelompok remaja lain diduga terlibat dalam rencana tawuran. Namun, hingga kini polisi masih mendalami keterkaitan informasi tersebut dengan peristiwa penyiraman air keras yang menewaskan korban. (daf)












