Poto: Saat Diskusi Malam Kamis Pembahasan “DESA HELAU”, Satukan Gagasan Wujudkan Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Red
Gebrakkasis.com – LAMSEL,– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali memfasilitasi terkait dengan kegiatan Diskusi Malam Kamisan dengan tema “DESA HELAU” yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati (Rumdin), pada Rabu malam tanggal 10/6/2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum bertukar gagasan dalam membangun desa yang Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Desa HELAU Toto Priyana, Satgas Desa HELAU Erdyansyah, Camat Rajabasa, Sekretaris Camat Kalianda, Kasi Ekobang Kecamatan Kalianda, perwakilan akademisi Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Forum Jurnalis dan Wartawan Indonesia (JWI), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta peserta diskusi dari berbagai wilayah di Lamsel.
Bahkan terlihat turut hadir sejumlah kepala desa dan lurah, di antaranya Kepala Desa Canggung, Kepala Desa Tanjung Gading, Kepala Desa Betung, Kepala Desa Canggu, serta Plt Lurah Way Lubuk.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung Program “DESA HELAU” sebagai gerakan membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.
Dalam forum diskusi, para peserta menyoroti pentingnya membangun kembali budaya gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.
Menurut salah satu peserta, ketua JWI Kenedy menyampaikan masukan dan saran bahwa keberhasilan Program DESA HELAU tidak hanya bergantung pada pemerintah desa atau kecamatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Jika rasa memiliki terhadap desa sudah tumbuh, masyarakat akan dengan sendirinya menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungannya,” ungkap Kenedy peserta diskusi.
Potensi Wisata Rajabasa Turut Dibahas
Selain membahas kebersihan lingkungan, forum juga menyoroti pengembangan sektor pariwisata, khususnya potensi kawasan Gunung Rajabasa yang dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan rencana penyelenggaraan kegiatan lintas alam yang akan digelar kembali pada Oktober mendatang dengan target peserta dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak promosi wisata Lampung Selatan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar”, Tuturnya Kenedy.
Sosialisasi Program DESA HELAU Terus Dilakukan
Perwakilan pemerintah kelurahan way lubuk yang hadir Heru menyampaikan bahwa sosialisasi Program Desa HELAU telah dilakukan melalui kepala lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna.
Meski demikian, berbagai tantangan masih ditemukan di lapangan. Saat masyarakat diajak bergotong royong, muncul berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti penerangan jalan, perbaikan jalan lingkungan, dan fasilitas umum lainnya.
Pemerintah desa dan kelurahan pun terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga.
Penataan PKL dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan
Diskusi juga membahas penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Kalianda. Pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi guna menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib dan nyaman tanpa mengabaikan kepentingan para pelaku usaha.
Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius. Salah satu kepala desa Tanjung gading menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pengolahan sampah terpadu dan berharap mendapat dukungan berupa peralatan serta pelatihan bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi melalui proses daur ulang dan pengolahan yang tepat.
Toto Priyana: Desa dan Kecamatan Harus Menjadi Lokomotif Perubahan
Menutup kegiatan, Pembina Desa HELAU Toto Priyana mengapresiasi seluruh peserta yang telah hadir dan aktif memberikan masukan dalam diskusi tersebut.
Ia mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi penggerak perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Kecamatan dan desa harus menjadi lokomotif yang mampu menggerakkan masyarakat. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang terus dibangun, insyaallah kebahagiaan, keselamatan, dan keberkahan akan selalu menyertai kita semua,” ujar Toto Priyana.
Melalui Diskusi Malam Kamisan Desa HELAU ini, diharapkan lahir berbagai solusi dan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Lampung Selatan yang semakin bersih, maju, dan berdaya saing.
Kepala dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Erdyansyah menjelaskan, bapak bupati Lamsel Radityo Egi Pratama dengan Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) sangat lah bagus.
Program ini difokuskan sebagai gerakan sosial masyarakat untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang modern dan kesadaran lingkungan.
Fokus Program:
Bukan sekadar lomba kebersihan, melainkan upaya mengubah pola pikir masyarakat terhadap lingkungan, mengelola sampah, dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Dukungan Anggaran:
Pemkab Lampung Selatan menyiapkan Dana dari APBD totalnya mencapai Rp 10 miliar berupa program pembangunan jalan lingkungan dan infrastruktur bagi pemenang lomba Desa, Tutupnya Erdyansyah. (Fen)












