Pemkab Nganjuk Terapkan WFH, Hemat BBM hingga 90 Ribu Liter di Tengah Bayang Krisis Energi Global

 

NGANJUK | Pemkab Nganjuk mengambil langkah tegas dan strategis dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN mulai 1 April 2026. Kebijakan ini digulirkan sebagai respon cepat menghadapi ancaman krisis energi global yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekedar uji coba, melainkan bagian dari gerakan besar efisiensi energi sekaligus transformasi digital birokrasi di lingkungan Pemkab

“Ini bukan hanya soal WFH, tapi bagaimana pemerintah daerah beradaptasi di tengah tekanan global, tegasnya, Jumat (27/3/2026).

Skema WFH akan diberlakukan terbatas namun terukur, yakni satu hari dalam sepekan setiap Rabu.

Meski bekerja dari rumah, ASN tetap berada dalam pengawasan ketat. Sistem absensi digital diberlakukan tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore-disertai kewajiban mengaktifkan live location secara real-time melalui grup WhatsApp masing-masing OPD

“Tidak ada celah untuk bermalas-malasan. Ini WFH yang disiplin, terkontrol, dan berbasis teknologi,” imbuh Marhaen.

Aturan teknis kebijakan ini akan dituangkan dalam surat edaran resmi yang dijadwalkan terbit pada Senin (30/3/2026)

Kebijakan ini diproyeksikan mampu memangkas konsumsi BBM hingga 90 Ribu liter per bulan, angka fantastis yang menunjukkan dampak besar terhadap efisiensi anggaran sekaligus kontribusi nyata terhadap penghematan energi nasional

Langkah berani Pemkab Nganjuk ini pun dinilai sebagai terobosan progresif di tengah situasi global yang tidak menentu, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi krisis dengan inovasi dan keberanian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *