Kirab Luwur Meriahkan Haul ke-385 Syekh Jangkung di Landoh Pati

 

PATI |Rangkaian Kirab Luwur IX dalam peringatan Haul ke-385 Syekh Jangkung atau Mbah Saridin berlangsung meriah di Dukuh Landoh, Desa Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025).

Kirab budaya yang digelar pukul 12.00–12.30 WIB tersebut mengusung tema “Sabar Ngalah Neriman Loman”, sebagai pengingat nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan Syekh Jangkung kepada masyarakat.

Prosesi kirab diawali dengan pengeluaran gunungan lanang dan wadon dari Ndalem Kuncen Kasepuhan Bopo Ruhani–Bopo Harto. Arak-arakan tersebut diiringi Barongan Pesantren Silat Harimau Kumbang, Pagar Nusa Panji-Panji Makam Syekh Jangkung, marching band, serta beragam pertunjukan budaya tradisional lainnya.

Cucuk lampah kirab membawa luwur dari Ndalem Kuncen Kaneman KRT Bopo Kartono Mangkudipuro, diikuti para punggawa makam, pejabat daerah, tokoh masyarakat, termasuk Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., serta perangkat desa menuju lokasi utama makam Syekh Jangkung.

Kirab budaya ini merupakan bentuk perarakan adat yang berjalan tertib dan berurutan dari titik awal hingga pusat makam. Peserta kirab terbagi dalam beberapa kelompok atau defile yang menempuh rute khusus menuju kompleks makam Mbah Saridin.

Sebagai agenda tahunan, Haul Syekh Jangkung selalu menjadi magnet bagi masyarakat. Selain kirab budaya, puncak acara juga diisi dengan pengajian umum yang dihadiri warga dari berbagai daerah di sekitar Pati.

Beragam unsur budaya turut ditampilkan, mulai dari marching band, gunungan khas masing-masing rukun tetangga, kirab pusaka, hingga juru kunci makam yang mengikuti prosesi dengan menaiki dokar atau glinding dalam sebutan khas masyarakat Pati.

Panitia bidang kirab, Seniman M.Pd.I, mengatakan bahwa kirab gunungan merupakan tradisi sedekah bumi yang rutin digelar setiap tahun sebagai wujud rasa syukur masyarakat.

“Kirab gunungan ini adalah bentuk ungkapan syukur atas rezeki yang diterima warga sekaligus ritual tahunan menyongsong Haul. Tradisi ini juga menjadi sarana penghormatan kepada sesepuh dan cikal bakal Dukuh Landoh, yakni Mbah Saridin atau Syekh Jangkung,” ujarnya di sela kegiatan. (Sdq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *