WONOSOBO | Warga Dusun Gemawang, Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, digegerkan oleh penemuan seorang pria paruh baya yang tewas di dalam rumahnya, Jumat (30/10/2026) pagi. Korban yang diketahui bernama Waras (45), ditemukan tak bernyawa setelah empat hari menghilang dan tidak menampakkan diri.
Korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi terlentang, hanya mengenakan sarung, di sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk bersantai dan minum kopi
Kronologi Penemuan: Berawal dari Kecurigaan Keluarga
Misteri kematian petani yang tinggal seorang diri ini bermula dari keresahan pihak keluarga. Kakak korban, Solihin, menuturkan bahwa interaksi terakhirnya dengan Waras terjadi pada Senin (26/10/2026) sore, saat korban datang meminjam alat staples plastik. Sejak saat itu, korban seolah ditelan bumi
Kekhawatiran keluarga memuncak pada Kamis (29/10/2026). Bermula dari seorang kerabat yang hendak mengantarkan “berkat” (makanan hajatan), rumah korban sama sekali tidak memberikan respons meski pintu diketuk berulang kali.
Kecurigaan Solihin kian menguat menjelang magrib di hari yang sama. Selain rumah yang tampak gelap gulita tanpa jawaban, korban juga sudah empat hari absen dari kegiatan rutinnya salat berjemaah di musala setempat.
Merasa ada yang tidak beres, Solihin bersama saudaranya, Askur, mendatangi kembali rumah korban pada Jumat pagi. Setelah panggilan mereka tak kunjung direspons, keduanya memutuskan mengintip lewat kaca jendela. Betapa terkejutnya mereka mendapati Waras sudah terbujur kaku di dalam rumah.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Penganiayaan
Mendapati laporan tersebut, Tim Inafis dan Piket Reskrim Polres Wonosobo yang dipimpin Pamapta Ipda Aris Triyan Prabowo langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal.
Dari hasil pemeriksaan intensif di lokasi, polisi memastikan tidak ditemukan adanya luka, tanda-tanda penganiayaan, atau kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar empat hari lalu,” ungkap Ipda Aris Triyan Prabowo.
Selama ini, Waras diketahui hidup seorang diri dan bekerja sebagai petani. Pihak keluarga menyatakan korban tidak pernah mengeluhkan riwayat penyakit serius.
Setelah seluruh proses pemeriksaan kepolisian selesai dan dipastikan murni karena musibah, jenazah Waras langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layak. (gil)












