Kejayaan Mataram Kuno Era Rakai Pikatan Dihidupkan SMAN 3 Nganjuk dalam Pawai Budaya

 

NGANJUK | Kemegahan Kerajaan Mataram Kuno pada era pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatan kembali dihidupkan SMA Negeri 3 Nganjuk melalui Pawai Budaya Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pawai tingkat SMA/SMK negeri, swasta dan peserta umum yang digelar Sabtu (15/8/2026), SMA Negeri 3 Nganjuk mengangkat tema “Kejayaan dan Kemegahan Mataram Kuno Era Sri Maharaja Rakai Pikatan.”

Tema tersebut membawa peserta dan masyarakat menelusuri salah satu periode penting dalam sejarah Jawa pada abad ke-9. Rakai Pikatan dikenal sebagai salah satu penguasa penting dalam perkembangan Kerajaan Medang atau Mataram Kuno, khususnya pada masa berkembangnya tradisi Hindu dan Buddha.

Kisah kejayaan itu divisualisasikan para pelajar melalui kostum, ornamen, karakter kerajaan serta gambaran kehidupan masyarakat pada masa Mataram Kuno. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi media edukasi sejarah yang dikemas dalam bentuk kreatif dan atraktif.

Salah satu warisan monumental yang menjadi bagian penting dari narasi sejarah era tersebut adalah Candi Prambanan. Kompleks percandian Hindu ini berkembang pada abad ke-9 dan secara umum dikaitkan dengan masa pemerintahan Rakai Pikatan serta perkembangan Kerajaan Medang.

Kemegahan bangunan candi menjadi simbol tingginya kemampuan masyarakat Jawa pada masa itu dalam bidang arsitektur, seni, budaya dan kehidupan keagamaan. Nilai sejarah tersebut kemudian diterjemahkan SMA Negeri 3 Nganjuk ke dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati sekaligus dipahami masyarakat.

Kepala SMA Negeri 3 Nganjuk, Pujianto, S.Pd., S.Sos., M.E., turut mendorong kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Melalui pawai, peserta didik tidak hanya belajar mengenal sejarah, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kerja sama dan keberanian tampil di ruang publik.

Pawai Budaya Kabupaten Nganjuk dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Pendidikan, Forkopimda, pimpinan OPD, unsur pendidikan, Kementerian Agama serta aparat keamanan.

Rangkaian pawai dimulai dari Stadion Anjuk Ladang dan berakhir di Alun-Alun Nganjuk. Para peserta melintasi Jalan Anjuk Ladang, Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Basuki Rahmat.

Antusiasme masyarakat terlihat di sepanjang jalur pawai. Warga memadati sejumlah titik untuk menyaksikan penampilan para pelajar sekaligus menikmati beragam representasi sejarah dan budaya yang disuguhkan.

Bagi SMA Negeri 3 Nganjuk, mengangkat Mataram Kuno bukan semata-mata menghadirkan kemegahan masa lalu. Di balik visual kerajaan dan peninggalan sejarah, terdapat pesan penting tentang bagaimana sebuah peradaban dibangun melalui pengetahuan, kebudayaan, kreativitas dan kebersamaan masyarakat.

Pawai tersebut akhirnya menjadi ruang pertemuan antara sejarah dan generasi masa kini. Kisah kejayaan Mataram Kuno era Rakai Pikatan dibawa keluar dari buku pelajaran dan dihadirkan secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kreativitas para pelajar, kejayaan Mataram Kuno tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi dihadirkan kembali sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai warisan budaya dan membangun masa depan dengan karakter serta semangat kebersamaan. (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *