Jeritan Murid Berprestasi: 6 Tahun Masuk 3 Besar, Tetap Tak Bisa Masuk SMPN 1 Sidomulyo

Gebrakkasus.com – LAMSEL – Sebuah unggahan yang memperlihatkan murid mengenakan seragam sekolah sambil memegang kertas berisi permohonan dan pertanyaan kritis menjadi sorotan publik. Pada hari Senin tanggal 29/06/2026.

Murid asal SDN 2 Sidowaluyo itu mengaku selama 6 tahun menempuh pendidikan selalu masuk peringkat 3 besar di kelas, namun gagal diterima masuk ke SMP Negeri 1 Sidomulyo. Hal ini memicu pertanyaan besar soal keadilan sistem penerimaan siswa baru di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam tulisannya, murid tersebut menyampaikan: “Saya murid SDN 2 Sidowaluyo, dari kelas 1 sampai kelas 6 mendapat peringkat 3 besar. Tidak bisa masuk SMP Negeri 1 Sidomulyo. Kriteria murid seperti apa lagi yang dicari?”

Unggahan ini menyebar luas dan menuai reaksi tajam dari wali murid serta masyarakat setempat.

Kritik Wali Murid

Sejumlah wali murid menilai kondisi ini sangat tidak adil dan merugikan anak-anak yang telah berusaha keras berprestasi.

“Anak saya rajin belajar, selalu masuk tiga besar selama enam tahun, tapi justru tidak dapat tempat di sekolah negeri terdekat. Apa gunanya prestasi jika tidak dihargai? Kami membimbing anak agar berprestasi, tapi kenyataannya pintu sekolah negeri tertutup untuknya,” ujar wali murid supriadi.

Wali murid lain menyoroti ketidakjelasan aturan yang berlaku. “Kami sudah tanya-tanya, tapi penjelasannya berputar-putar. Ada yang bilang kuota habis, ada yang bilang ada ketentuan lain. Padahal sekolah itu jaraknya paling dekat dengan rumah. Jika anak berprestasi saja tidak diterima, lantas kriteria apa yang sebenarnya dipakai?” keluhnya.

Mereka juga khawatir hal ini bisa mematikan semangat belajar anak-anak. “Kalau anak sudah berusaha sebaik mungkin tapi hasilnya tidak memuaskan, nanti mereka akan berpikir percuma belajar giat. Ini sangat berdampak pada masa depan generasi muda kita,” tambahnya.

Kritik Masyarakat

Reaksi keras juga datang dari masyarakat luas yang menilai masalah ini mencerminkan kelemahan sistem pendidikan di daerah.

“Penerimaan siswa baru seharusnya mengutamakan prestasi, jarak tempat tinggal, dan kepatuhan pada aturan yang jelas. Jika murid yang selama enam tahun selalu masuk tiga besar saja ditolak, berarti ada yang tidak beres dalam pengelolaan kuota dan kriteria penerimaan,” tegas Supriyanto, warga Kecamatan Sidomulyo.

Masyarakat meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Selatan serta pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka. “Jangan biarkan hal ini menimbulkan dugaan adanya permainan kuota, pungutan liar, atau prioritas bagi pihak tertentu. Pendidikan adalah hak setiap warga negara, tidak boleh dibedakan hanya karena alasan yang tidak jelas,” kritiknya.

Mereka juga meminta perhatian serius dari Bupati Lampung Selatan dan DPRD Lamsel. “Kami berharap pimpinan daerah meninjau ulang sistem penerimaan siswa baru. Buat aturan yang transparan, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai anak-anak yang berprestasi menjadi korban dari sistem yang tidak jelas arahnya,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Selatan maupun pengelola SMPN 1 Sidomulyo belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Masyarakat berharap ada kejelasan segera agar keadilan bagi murid berprestasi dapat ditegakkan. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *