Dapur MBG di Kaligono Purworejo Tersandung Sengketa Lahan, Pemilik Tanah Minta Hitam di Atas Putih

 

PURWOREJO | Pembangunan Dapur SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Karangnongko, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menuai polemik. Akses jalan menuju lokasi dapur dipersoalkan karena masih bersinggungan dengan lahan milik warga.

Dapur SPPG tersebut rencananya dibangun oleh Yayasan Bina Generasi Anak Desa dengan merenovasi bekas gedung SD yang sudah tidak terpakai. Namun, pembangunan akses jalan disebut belum mengantongi kesepakatan tertulis dengan pemilik tanah.

Sekretaris Desa Kaligono, Agung, mengungkapkan bahwa pihak desa telah memberikan kompensasi Rp1 juta kepada orangtua pemilik tanah yang terdampak.

“Tanah yang kena itu sebenarnya sedikit, sekitar tiga anak tangga saja,” ujarnya saat mediasi, Jumat (20/2/2026).

Ia bahkan menawarkan tambahan Rp1 juta sebagai bentuk penyelesaian. “Kalau memang tidak boleh digunakan, kami beri opsi untuk mengubah akses jalan,” katanya.

Namun, penerima kuasa pemilik tanah, Supriyono Hadi, menegaskan keluarga hanya meminta kejelasan hukum. “Kami tidak menghambat program negara, tapi selesaikan dulu hak warga. Harus ada perjanjian yang jelas dan berkekuatan hukum,” tegasnya.

Menurutnya, selama belum ada kesepakatan resmi, pembangunan di area yang disengketakan sebaiknya dihentikan. Ia juga menyoroti dugaan kurangnya koordinasi administratif dalam proyek tersebut.

“Silakan kerjakan bagian yang tidak bermasalah. Tapi untuk jalan, mohon dihentikan dulu karena masih sengketa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan yayasan, Fauzi Ozreng, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pengurus yayasan, termasuk Zainudin, guna mencari solusi.

Persoalan ini diharapkan bisa diselesaikan melalui musyawarah agar program MBG tetap berjalan tanpa mengabaikan hak kepemilikan warga. (str)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *