Gelar Reses di Kranji, Budi Patriot Serap Aspirasi Warga

 

PURWOKERTO | Persoalan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan kembali mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Abdullah Arif Budiman, di Balai Pertemuan Pugoro, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Jumat (6/2) malam.

Reses yang dihadiri sekitar 105 warga tersebut turut dihadiri Lurah Kranji Rio Chairil Anam, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyumas Yudo F Sudiro, para ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat setempat.

Lurah Kranji Rio Chairil Anam mengatakan, reses merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Ia mendorong warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. “Silakan warga menyampaikan usulan dan keluhan kepada wakil kita di DPRD,” ujarnya.

Rio juga menyinggung adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada berbagai kegiatan pemerintahan. Meski demikian, pihak kelurahan tetap berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Terkait banjir Kali Caban yang selama ini melanda wilayah RT 7 RW 6, Rio mengungkapkan bahwa penanganan darurat telah dilakukan melalui penyodetan aliran sungai dengan melibatkan warga dan dukungan Pemuda Pancasila.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan penyodetan, luapan air berkurang dan kondisi kembali normal,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Banyumas dari Partai Demokrat, Abdullah Arif Budiman, menilai persoalan banjir di Purwokerto merupakan isu krusial yang memerlukan penanganan menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan permukiman tidak bisa serta-merta dijadikan satu-satunya penyebab banjir.
Ia menjelaskan, terdapat tiga sungai utama yang menjadi jalur limpasan air hujan di Purwokerto, yakni Sungai Banjaran yang bermuara ke Sungai Logawa, serta Sungai Bener dan Kali Pelus yang bermuara ke Sungai Serayu.

“Kali Bener perlu mendapat perhatian serius. Normalisasi pernah dilakukan pada 2017, namun kini kembali meluap karena debit air yang meningkat,” ujar politisi yang akrab disapa Budi Patriot itu.

Ia menambahkan, normalisasi dan pelurusan aliran Sungai Bener perlu dilanjutkan hingga wilayah Karangklesem, Teluk, Karangnanas, dan Wiradadi agar aliran air lebih lancar menuju sungai besar.

Sementara untuk Kali Caban, solusi jangka panjang yang ditawarkan adalah penyodetan aliran dari kawasan SMK Kesatrian ke Kali Kranji. Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala.

“Anggaran belum tersedia, sehingga kami berharap dukungan dari Komisi V DPR RI,” katanya.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyumas Yudo F Sudiro menyatakan organisasinya memiliki program peduli banjir dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menangani persoalan banjir, termasuk di wilayah Karanglucung yang juga terdampak limpahan air.

Ketua RW 6 Kelurahan Kranji Bayu Anggoro mengapresiasi bantuan berbagai pihak dalam penyodetan Kali Caban. Menurutnya, warga merasakan langsung dampak positif dari upaya tersebut. “Setelah ada sodetan, banjir tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua PKK RW 6 Cici. Ia berharap upaya pencegahan banjir terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan sumur resapan di setiap RT.

Menutup kegiatan reses, Abdullah Arif Budiman menyerahkan bantuan untuk kas lingkungan sebagai dukungan terhadap penanganan banjir berbasis partisipasi masyarakat. (TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *