Baru Dicor Sudah Patah, Proyek Jalan Rp2,4 Miliar di Way Panji–Candipuro, CV Dwi Baskoro Disorot

Gebrakkasus.com — LAMPUNG SELATAN — Kualitas pembangunan jalan beton senilai Rp2.483.516.923 yang menghubungkan Desa Way Gelam, Kecamatan Way Panji, menuju Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan warga. Pasalnya, sejumlah bagian beton dilaporkan sudah patah, sompal, bahkan terbelah, padahal pekerjaan tersebut belum memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO).

Proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV Dwi Baskoro itu tercatat menggunakan nomor kontrak 54/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2025. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pekerjaan dimulai pada 30 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 27 Oktober 2026.

Kerusakan yang muncul sebelum pekerjaan dinyatakan selesai memunculkan pertanyaan warga mengenai mutu konstruksi, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, serta efektivitas pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

“Ini sepertinya tidak sesuai spesifikasi. Lantai kerjanya tidak maksimal, bahkan mungkin tidak pakai lantai kerja. Jalan sudah digunakan masyarakat, tapi betonnya patah, bukan retak. Ada yang sompal, padahal belum selesai PHO. Apalagi ke depan dilewati mobil muatan berat,” ujar Untung, warga Kecamatan Candipuro, Senin (26/10/2026).

Beton Patah Sebelum PHO, Pengawasan Dipertanyakan

Menurut Untung, kerusakan tidak hanya ditemukan pada satu titik di ruas jalan tersebut. Ia juga mengeklaim proyek serupa di Desa Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, mengalami kondisi yang sama.

Ia menduga lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi. Namun, penyebab pasti kerusakan beton masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis terhadap kondisi lapangan, mutu material, metode pelaksanaan, dan dokumen pekerjaan.

Warga menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, jalan beton yang mengalami kerusakan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai berpotensi menimbulkan persoalan terhadap daya tahan konstruksi dan keselamatan pengguna jalan.

“Jalan ini banyak digunakan warga untuk melintas. Warga tidak mau kualitasnya seperti ini. Sia-sia menghabiskan anggaran negara, tetapi hasilnya begini. Belum selesai masa proyek, jalannya sudah terbelah-belah,” tegas Untung.

Warga Minta Jalan Diperbaiki, Bupati dan DPRD Diminta Turun

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi proyek di lapangan.

Mereka mendesak agar bagian jalan yang rusak diperiksa secara menyeluruh dan diperbaiki sesuai spesifikasi serta ketentuan kontrak apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya ketidaksesuaian mutu pekerjaan.

Melalui Untung, warga juga meminta Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan DPRD Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan yang menjadi akses penting masyarakat, termasuk jalur penghubung Desa Way Gelam dan Balinuraga.

“Ini bukan rahasia lagi. Warga meminta Bupati Egi dan DPRD mengunjungi daerah ini. Apakah pembangunan jalan ini sudah sesuai harapan atau cuma buang-buang APBD,” harapnya.

Dinas PUPR Belum Berhasil Dikonfirmasi

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini disusun.

Keterangan dari pihak dinas dan penyedia jasa CV Dwi Baskoro masih diperlukan untuk menjelaskan penyebab kerusakan, pelaksanaan pengawasan, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Publik juga menantikan hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan mutu material, metode pengerjaan, kondisi dasar jalan, beban kendaraan, atau faktor lainnya.

Dengan nilai kontrak mencapai Rp2,48 miliar yang bersumber dari APBD, kualitas pekerjaan dan pertanggungjawaban pelaksanaannya patut menjadi perhatian. Sebelum proyek dinyatakan selesai dan diserahterimakan, kondisi fisik jalan perlu diperiksa secara objektif agar anggaran daerah benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman, kuat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Gebrakkasus.com — Ungkap Kasus dengan Fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *