LAPAS KALIANDA KEMBANGKAN BUDIDAYA PERIKANAN: BEKAL KETERAMPILAN DAN KEMANDIRIAN BAGI WARGA BINAAN

Gebrakkasus.com — KALIANDA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Jumat (25/9/2026), kegiatan budidaya perikanan kembali digelar di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai wadah pembelajaran sekaligus pembentukan karakter warga binaan.

LEBIH DARI SEKADAR BERTANI IKAN: MEMBENTUK DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

Budidaya perikanan bukan sekadar kegiatan produktif. Bagi warga binaan, ini adalah ruang belajar nyata: memelihara, mengamati, merawat, dan bertanggung jawab atas kehidupan yang dikelola. Di sini tumbuh sikap disiplin, ketekunan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan — nilai-nilai yang menjadi fondasi perbaikan diri.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang berguna dan bernilai ekonomis.

KEPALA LAPAS: KETERAMPILAN INI BEKAL SETELAH BEBAS

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian adalah inti dari seluruh proses:

“Pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. Melalui budidaya perikanan di SAE, kami berupaya memberikan keterampilan yang produktif sekaligus membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.” Jelasnya Badarudin.

KOMITMEN BERKELANJUTAN: DARI KETERAMPILAN LAHIR KEMANDIRIAN

Lapas Kalianda berkomitmen terus mengembangkan kegiatan produktif yang memberi manfaat nyata. Prinsipnya sederhana namun bermakna:

Dari pembinaan, tumbuh keterampilan. Dari keterampilan, lahir kemandirian.

Program ini bukan pelaksanaan sesaat — melainkan proses berkelanjutan agar setiap warga binaan yang melangkah keluar nanti membawa bekal nyata untuk hidup mandiri, bermartabat, dan tidak kembali ke jalan yang salah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *