Gebrakkasus.com – LAMPUNG SELATAN — Pemberitaan dugaan penyimpangan proyek revitalisasi sekolah di Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya mendapat respons resmi dari jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan. Pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Saifullah dan Kepala Bidang Sarana Prasarana Rio Vahlivi memberikan tanggapan terkait dugaan pelanggaran K3 dan penggunaan material besi tidak sesuai spesifikasi di lokasi proyek Revitalisasi UPTD SD Negeri 2 Margajasa.
KADIS PENDIDIKAN SAIFULLAH: “Kabid Akan Tegur Langsung Kepala Sekolah Wawan”
Saat dikonfirmasi terkait pemberitaan yang telah naik ke publik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Saifullah, menyatakan:
“Nanti kabid akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas agar melakukan pembinaan dan pengawasan dengan benar, termasuk memberikan peringatan. Kabid juga akan menegur kepala sekolahnya langsung.”
KABID SAPRAS RIO VAHLIVI: “Tidak Bisa Men-judge Sepihak, Besok Langsung Turun ke Lokasi”
Dalam konfirmasi terpisah, Rio Vahlivi, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Lamsel, menyatakan:
“Kita tidak bisa serta merta men-judge secara sepihak. Tentu kami akan turun ke lokasi untuk menggali informasi tentang kebenaran berita tersebut.”
Lanjut Rio:
“Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan, tentu kami akan memberi teguran dan melaksanakan kegiatan sesuai juknis, serta memerintahkan konsultan pengawas agar berjalan lebih maksimal lagi.”
Terkait jadwal peninjauan ke lapangan, Rio menegaskan:
“Untuk rencana turun ke lokasi, besok kalau tidak ada jawaban di dinas, kita langsung turun ke lokasi.”
DATA PROYEK SDN 2 MARGAJASA
Data Keterangan
Proyek Revitalisasi UPTD SD Negeri 2 Margajasa
Lokasi Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan
Anggaran Rp 684.600.187 (APBN Tahun 2026)
Penanggung Jawab Wawan — Kepala Sekolah SDN 2 Margajasa
Spesifikasi Besi Seharusnya Besi Utama Ø12/14 mm, Cincin Pengikat Ø8 mm
Yang Diduga Terpakai ❌ Besi Utama Ø10 mm, Cincin Ø6 mm (besi 6 banci)
K3 di Lapangan ❌ Diabaikan sepenuhnya — sudah berjalan 2 minggu
RINGKASAN DUGAAN DI LAPANGAN
– ❌ Pekerja di atap TANPA helm, TANPA sabuk pengaman, TANPA pagar pengaman — bekerja di ketinggian dengan nyawa di ujung tanduk
– ❌ Perancah kayu rapuh, tidak standar, berisiko roboh sewaktu-waktu
– ❌ Besi utama Ø12/14 mm diganti Ø10 mm, cincin pengikat Ø8 mm diganti Ø6 mm (besi 6 banci) — sangat lemah, tidak tahan gempa
– ❌ Kepala Sekolah Wawan diduga sengaja membiarkan pelanggaran berlangsung, bahkan diduga mengawasi langsung pengadaan material
– ❌ Papan proyek bertuliskan “UTAMAKAN K3”, namun di lapangan K3 diabaikan mentah-mentah.
REDAKSI: SIAP PANTAU HASIL PENINJAUAN DINAS PENDIDIKAN
Redaksi Gebrakkasus.com mengapresiasi respons cepat Dinas Pendidikan Lamsel. Kami akan memantau langsung peninjauan lapangan yang dijadwalkan besok dan menuntut:
✅ Pengukuran besi dilakukan secara terbuka — dihadiri warga, media, dan saksi independen
✅ Hasil peninjauan dipublikasikan secara lengkap — tidak hanya teguran lisan, tapi tindakan nyata
✅ Jika terbukti tidak sesuai spesifikasi — ganti material sepenuhnya dan proses pihak yang bertanggung jawab
✅ K3 harus dipenuhi hari ini juga — tidak boleh menunggu, nyawa pekerja tidak bisa ditunda
Kami berharap peninjauan ini bukan sekadar “kunjungan biasa”, tapi langkah serius untuk menyelamatkan uang rakyat dan menjamin keselamatan bangunan sekolah tempat anak-anak kita belajar. (Red)












