Cirebon, – Sebuah rumah di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ambruk akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda kawasan tersebut pada Jumat (21/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini terjadi saat warga bersiap makan sahur, menjelang Idulfitri.
Menurut warga setempat, hujan mulai turun sejak Kamis sore dan terus mengguyur hingga malam hari, disertai angin kencang yang berlanjut hingga pagi. Akibatnya, salah satu rumah mengalami kerusakan parah dengan bagian tembok yang roboh.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi kami semua panik karena terjadi saat sahur dan suara reruntuhannya cukup mengagetkan,” ujar Ahmad (42), seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Warga sekitar sempat berusaha mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah yang ambruk. Mereka juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan agar tidak mengganggu akses jalan di sekitar permukiman.
“Ini kejadian yang cukup mengkhawatirkan. Hujan dan angin memang sangat kencang tadi malam, kami semua waspada karena takut ada kejadian serupa di rumah lain,” kata Dewi (38), tetangga korban.
Hingga Jumat pagi, angin kencang masih bertiup di sekitar lokasi. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan serta bangunan mereka.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa wilayah Cirebon dan sekitarnya masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi akan terus terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. Jika ada tanda-tanda rumah mengalami keretakan atau bangunan terasa goyah akibat cuaca buruk, sebaiknya segera mencari tempat yang lebih aman,” ujar Kepala Stasiun BMKG Cirebon, Budi Santoso.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengamankan barang-barang di luar rumah yang berpotensi terbawa angin kencang, seperti atap seng, pohon, dan baliho.
Pasca-kejadian ini, warga berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama bagi pemilik rumah yang terdampak. Selain bantuan material untuk perbaikan rumah, warga juga menginginkan upaya mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu warga yang terdampak. Setidaknya ada bantuan material agar rumah bisa segera diperbaiki,” ungkap Ahmad.
Pihak Kelurahan Harjamukti mengaku sudah menerima laporan terkait kejadian ini dan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan. “Kami segera menindaklanjuti laporan warga dan memastikan mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Lurah Harjamukti, Rina Setyaningsih.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon telah menurunkan tim untuk meninjau lokasi kejadian dan mendata kerusakan yang terjadi. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak terkait untuk memberikan bantuan yang diperlukan,” ujar Kepala BPBD Kota Cirebon, Arif Hidayat.
BPBD juga mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di puncak musim hujan seperti saat ini. Mereka juga menyarankan warga untuk memeriksa kondisi bangunan rumah dan segera melaporkan jika ada kerusakan yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengajak warga untuk aktif melaporkan kondisi rumah mereka, terutama jika ada tanda-tanda kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang. Pencegahan dini bisa mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materi,” tambah Arif.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, warga Cirebon diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta pihak terkait lainnya.
(Eka).