SEKDES JATI INDAH BUKA KARTU: UANG Rp3 JUTA UNTUK “TAKE DOWN” TIGA BERITA

Gebrakkasus.com — LAMPUNG SELATAN — Sugus Antoni, Sekretaris Desa (Sekdes) Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, akhirnya angkat bicara membongkar duduk perkara penangkapan dua orang pria yang mengaku wartawan yang diduga menerima uang Rp3 juta. Pengakuan ini mengungkap skenario yang lebih terencana dan terstruktur dari yang diketahui sebelumnya.

Uang Rp3 Juta Tujuannya Membatalkan Tiga Berita SATU TENTANG KADES, DUA BERITA LAINNYA TERKAIT DIRINYA DAN KOPDES.

Sugus Antoni membenarkan pemberian uang tersebut pada hari Senin tanggal 28/09/2026, pukul 10 : 00 pagi hari ini. dan menyebutkan secara gamblang tujuannya:

“Uang Rp3 juta itu fungsinya untuk take down atau mencabut tiga berita. Satu berita terkait Bapak Kades, dan dua berita lainnya adalah berita-berita terkait dirinya dan kopdes,” ungkap Sekdes secara tegas.

Bukan kejadian kebetulan semata, pemberian uang tersebut ternyata sudah didesain sebelumnya. Sekdes mengakui bahwa ia sendiri yang mempersiapkan langkah tersebut.

Sudah Koordinasi dengan pihak Polisi Sebelumnya

Lebih mengejutkan lagi, Sugus Antoni mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian sebelum aksi pemberian uang itu dilakukan. Artinya, seluruh proses sejak pemberian hingga penangkapan sudah diduga telah disusun sedemikian rupa.

Kronologi Terbongkar: Diberi Uang, Lalu Ditangkap

Berdasarkan pengakuan ini, rangkaian peristiwa yang terjadi Sabtu (26/9/2026) siang pukul 14.00 WIB terlihat jelas:

– Pihak desa — dipimpin persiapan oleh Sekdes — menyerahkan uang Rp3 juta kepada dua orang oknum wartawan.

– Tujuannya: mencabut satu berita tentang Kades Ibdi Irwanto, S.E., dan dua berita lainnya terkini tentang Sekdes Dan KOPDES.

– Saat diterima uang, kedua oknum wartawan langsung diamankan oleh Polsek Tanjung Bintang

– Hingga kini, kepolisian belum merilis pernyataan resmi apa pun terkait peristiwa ini

Ketua Abdesi: Benar Terjadi

Sebelumnya, Ketua Abdesi Tanjung Bintang, telah membenarkan penangkapan tersebut dan menyampaikan informasi awal yang kemudian diperjelas oleh Sekdes ini.

Publik bertanya kepada harus memberikan uang kalau tidak bermasalah dalam pemberitaan tinggal kelarfikasi.

“Pengakuan Sekdes ini semakin menguatkan dugaan adanya perangkap yang disusun secara sengaja dan terencana. Jika sudah berkoordinasi dengan polisi sebelumnya, maka ini bukan sekadar pemberian uang, melainkan jebakan yang dipersiapkan untuk melumpuhkan pemberitaan yang tidak diinginkan.”

“Kami menuntut kepolisian menyelidiki siapa yang memerintahkan semua ini, apa isi ketiga berita yang hendak dihapus tersebut, dan mengapa pimpinan desa begitu berupaya menutup-nutupi hal tersebut. Jangan hanya memproses pihak yang menerima, tetapi juga pihak yang menawarkan dan merencanakan ini.”

Redaksi: Ada Sesuatu yang Disembunyikan

Dengan adanya pengakuan bahwa uang itu diberikan untuk menghapus berita, muncul pertanyaan mendasar: apa isi berita-berita tersebut sehingga Kades dan Sekdes rela mengeluarkan uang Rp3 juta untuk menutupinya?

Apakah ada hal di desa Jati Indah yang tidak boleh diketahui publik? Mengapa harus menghapus tiga berita daripada menjawabnya dengan klarifikasi?

Gebrakkasus.com mendesak:

1. Polisi segera merilis keterangan resmi dan kronologi lengkap

2. Menyelidiki peran serta pihak desa dalam peristiwa ini

3. Meminta Kades Ibdi Irwanto, S.E., memberikan klarifikasi terbuka terkait isi ketiga berita yang hendak dihapus

Sampai berita ini diterbitkan, Kades Ibdi Irwanto belum memberikan tanggapan apa pun. Redaksi akan terus memantau perkembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *