Gebrakkasus.com — LAMPUNG SELATAN — Terkait penemuan ratusan kartu BPJS Kesehatan yang ditemukan menumpuk dan tidak pernah dibagikan kepada pemiliknya warga, mantan Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda memberikan penjelasan dan membantah.
Ia menegaskan tidak pernah menginstruksikan siapa pun untuk mengumpulkan maupun menahan kartu BPJS, dan meminta nama “Reny” yang tertulis di berkas diklarifikasi secara objektif. Pada hari kamis tanggal 23/07/2026.
Penjelasan Lengkap Mantan Direktur RSUD Bob Bazar Reny
“Sejak sebelum saya menjabat sebagai Direktur, saya sudah bekerja di rumah sakit. Tapi saya hanya mengurus klaim, tidak pernah mengurus kartu BPJS. Itu ada bagiannya sendiri. Rumah sakit hanya menerima pasien berobat, bukan mengumpulkan kartu-kartu itu.”ungkapnya berdalih.
“Saya tidak pernah menginstruksikan staf mana pun untuk mengumpulkan kartu. Kalau ini jadi berita, saya bisa menuntut karena ini fitnah. Saya tidak pernah menyuruh siapa pun menahan kartu BPJS warga.” Ucapkan saat dikonfirmasi.
“Di berkas tertulis nama ‘Reny — tapi Reny siapa? Nama Reny itu banyak. Ada Reny Silalahi yang sekarang sudah pindah ke Dinas Sosial, ada Reny Ayu yang sudah pensiun. Itu dua nama yang dulu berurusan dengan manajemen. Selain itu di rumah sakit banyak juga yang bernama Reny — ada perawat, ada di farmasi, ada di TU. Tapi bukan saya yang menyuruh mereka mengumpulkan kartu.” Katanya mantan direktur RSUD Bob Bazar.
Lanjutnya, “Yang membuat kartu BPJS itu Dinas Kesehatan dan BPJS sendiri, bukan rumah sakit. Rumah sakit hanya melayani pasien. Bahkan kalau pasien tidak punya kartu, kami tetap layani berobat dan bantu urus nantinya. Saya tidak pernah menyuruh menahan kartu siapa pun, tanya saja ke bagian pelayanan.”
“Mengenai pemberhentian saya dari jabatan Direktur, saya tidak tahu alasannya — tanya kan saja kepada Bupati. Yang jelas selama menjabat, saya berusaha menjalankan amanah dengan sebaik mungkin.”jelasnya Reny.
Pertanyaan yang Belum Terjawab
-Siapa yang sebenarnya menginstruksikan pengumpulan ratusan kartu BPJS tersebut?
-Mengapa kartu sudah terbit tapi tidak disalurkan ke pemiliknya?
-Siapa “Reny” spesifik yang namanya tertulis di lembaran berkas kartu BPJS tersebut?
-Di mana letak jalur distribusi yang terputus — Dinkes, BPJS, atau pihak lain?
-Apakah ada penyalahgunaan data atau kepentingan tersembunyi di balik penahanan kartu?
Sikap Publik Masyarakat menilai penjelasan ini membuka lembaran baru penyelidikan. Jika mantan direktur tidak pernah menyuruh, maka siapa yang bertanggung jawab? Kejelasan identitas “Reny” yang tercantum namanya tertulis di berkas BPJS menjadi kunci utama untuk mengungkap siapa yang sebenarnya menahan hak kesehatan warga.
Media ini pun masih mencoba konfirmasi kepada kepala dinas kesehatan dan direktur RSUD Bob Bazar dan kepala BPJS untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait penumpukan kartu BPJS yang sudah terbit namun’ belum disalurkan kepada pemiliknya.(Red)












