Gebrakkasus.com – LAMSEL – Peristiwa hangat menyelimuti dunia perwakilan rakyat Kabupaten Lampung Selatan. Bupati Radityo Egi Pratama diketahui meninggalkan Gedung DPRD secara mendadak sesaat setelah tiba, karena belum menemukan unsur pimpinan dewan di ruang sidang.
KRONOLOGI PERISTIWA
Bupati tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 14.07 WIB, namun tidak disambut oleh anggota maupun pimpinan dewan. Sesaat setelah melangkah masuk ke ruang sidang dan melihat belum ada pimpinan DPRD di tempat, Bupati langsung berbalik arah, keluar ruangan, dan meninggalkan kompleks gedung dewan.
Tak lama kemudian, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar serta Sekretaris Daerah Supriyanto turut menyusul meninggalkan lokasi.
Keputusan mendadak ini memicu berbagai spekulasi. Sejumlah pihak menduga Bupati kecewa atas keterlambatan persiapan dan ketidaksiapan penerimaan, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Bupati mengenai alasan pasti kepergiannya.
Setelah Bupati pergi, suasana di lingkungan DPRD menjadi dinamis. Para anggota dewan dan pimpinan tampak sibuk berkoordinasi. Hingga pukul 15.23 WIB, Ketua DPRD Erma Yusneli resmi mengumumkan bahwa dua agenda rapat paripurna ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Pada malam harinya pukul 21.00 WIB, DPRD menjadwalkan ulang rapat untuk Kamis (9/7/2026). Agenda tersebut akhirnya terlaksana dengan lancar dan dihadiri Bupati. Namun usai rapat, saat diminta keterangan, Bupati justru bergegas masuk kendaraan dan meninggalkan lokasi diam seribu bahasa. Ketua DPRD pun belum memberikan penjelasan apa pun.
KRITIK KERAS MASYARAKAT: URUSAN RAKYAT JANGAN DIJADIKAN AJANG PAMER EGO!
Kekisruhan dan sikap tertutup kedua pimpinan daerah ini memicu kemarahan warga:
“Kedua pihak sama-sama lalai! DPRD tidak siap menyambut, Bupati langsung kabur begitu saja tanpa bertanya dulu. Ini urusan negara, bukan urusan pribadi! Kalau ada yang kurang, cari tahu, perbaiki, jangan langsung batal dan pergi! Rakyat rugi waktu, rugi tenaga, dan pembahasan penting jadi terhambat!” – Tegas Budi Santoso, warga Kalianda.
“Bupati itu pemimpin untuk semua, bukan pemimpin yang gampang tersinggung. Melihat ruangan belum siap sedikit saja langsung balik badan? Di mana kedewasaan dan kelapangan dada seorang pemimpin? Kami butuh bukti kerja nyata, bukan pamer ego jabatan!” – Tambah Ratna Dewi.
“Yang paling parah itu setelah rapat berjalan lancar, kenapa masih diam saja saat ditanya media? Kalau tidak salah mengapa takut bicara? Kalau ada kesalahan mengapa tidak berani mengaku dan meminta maaf? Rakyat berhak tahu kebenarannya!” – Ungkap Ahmad Fauzi.
“Erma Yusneli sebagai Ketua DPRD juga tidak bisa lepas tangan! Mengapa tidak ada yang siap menyambut tamu kehormatan? Mengapa tidak ada penjelasan? Keduanya seolah-olah bungkam, padahal kami yang menanggung akibat ketidakharmonisan kalian!” – Keluh Suryadi.
“Kami minta Bupati Egi dan Ketua DPRD Erma Yusneli segera berdamai demi kepentingan daerah. Jangan biarkan perbedaan atau kesalahan teknis kecil menghambat kemajuan Lampung Selatan. Segera jelaskan kronologinya secara terbuka, jangan biarkan rakyat menebak-nebak sendiri!” – Pungkas perwakilan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan rekonsiliasi maupun klarifikasi resmi dari kedua pimpinan lembaga eksekutif dan legislatif Kabupaten Lampung Selatan.
Redaksi












