Poto: Hermawan, S.H., M.M., yang resmi dilantik sebagai Camat Penengahan pada awal Februari 2026.
Gebrakkasus.com – LAMPUNG SELATAN – Hermawan, S.H., M.M., yang resmi dilantik sebagai Camat Penengahan pada awal Februari 2026, menegaskan komitmennya dalam mendukung program unggulan Desa Helau.
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi awak media di sela-sela acara Pentas Seni Budaya Helau yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (12/06/2026).
Menurutnya, Pemerintah Daerah bersama Kecamatan Penengahan bersinergi untuk menghidupkan kembali usaha kecil dan menengah yang ada di sekitar kawasan Gedung Olahraga Way Handak (GWH). Upaya ini dijalankan secara mandiri dan terlepas dari berbagai persoalan sebelumnya, dengan fokus utama membangkitkan perekonomian warga setempat.
Landasan Hukum dan Dukungan Pembinaan
Untuk memastikan program berjalan terarah, Kecamatan Penengahan telah menyiapkan landasan aturan yang jelas:
Mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2026, yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2026
– Aturan ini mengatur standar keindahan, kebersihan lingkungan kantor, serta tata kelola lingkungan desa
– Sosialisasi telah dilaksanakan secara menyeluruh dan dihadiri oleh perwakilan dari 22 desa se-Kecamatan Penengahan, yang telah menyatakan komitmennya sejak dua bulan lalu.
Penyampaian informasi juga dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya dalam pertemuan resmi, melainkan lewat berbagai kesempatan agar mudah diterima warga:
– Kegiatan pengajian dan pertemuan keagamaan
– Acara rutin seperti Rebuk Stanting
– Obrolan santai dan pertemuan warga, sehingga pesan tersampaikan dengan akrab dan tidak kaku
Kondisi dan Perkembangan 22 Desa. Hermawan menjelaskan bahwa perkembangan di setiap desa beragam, namun semuanya sudah mulai bergerak:
Sebagian desa sudah terlihat maju dan aktif, ditandai dengan:
Pemasangan spanduk dan banner program Desa Helau
Pelaksanaan gerakan kebersihan lingkungan dan gotong royong secara rutin
Penguatan kapasitas bagi Kepala Desa dan pengelola desa
Pendokumentasian seluruh kegiatan untuk diunggah ke media informasi, terhitung mulai 14 Juni 2026
Sebagian lainnya masih membutuhkan dorongan, bahkan ada yang masih berstatus sebagai yayasan dan belum memiliki tempat sampah desa yang lengkap — hal ini menjadi Pekerjaan Utama (PR) yang harus segera diselesaikan.
“Secara kasat mata baru separuh desa yang terlihat pergerakannya menonjol, tapi perlu ditegaskan: semua desa sudah bergerak, hanya tingkat kesiapan dan keterlihatan hasilnya yang berbeda-beda,” tegasnya.
Pihak kecamatan juga memilih tidak menyebutkan nama desa secara spesifik agar menjaga prinsip kerja kolektif dan kebersamaan antarwilayah.
Strategi Pembinaan dan Tujuan Utama Untuk menyamakan langkah, Kecamatan menerapkan pola kerja berkelanjutan:
Melakukan pemantauan dan evaluasi rutin ke setiap desa
Turun langsung membimbing desa yang belum bergerak maksimal, termasuk memanfaatkan waktu luang untuk merencanakan langkah awal
Memulai dari hal sederhana: mengutamakan gerakan gotong royong sebagai “pemanasan”, tanpa memaksakan hasil besar di awal
“Tujuan utama kami bukan hanya soal pembangunan fisik semata, tapi menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat,” jelas Hermawan.
Salah satu contoh desa yang sudah berjalan baik adalah desa yang memiliki taman dan wisata air, dengan kepala desa yang aktif menggerakkan warganya.
Dukungan Jaringan dan Insentif
Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari arahan teknis hingga dukungan moril. Saat ini telah dibentuk Tim Satgas Desa Helau yang melibatkan seluruh unsur lintas sektor di kecamatan. Komunikasi juga dibangun hingga ke tingkat RT dan grup warga agar informasi tersebar merata.
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan total hadiah senilai Rp 10 Miliar untuk desa berprestasi. Dana ini dialokasikan khusus untuk perbaikan dan pembangunan jalan, yang menjadi kebutuhan utama hampir seluruh desa.
“Hadiah ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dorongan dari Bupati Radityo Egi Pratama. Kami ingin semangat kebersamaan dan gotong royong benar-benar tumbuh kembali, sehingga kemajuan desa bisa dirasakan langsung oleh warganya,” pungkas Camat Hermawan kepada awak media Gebrakkasus.com.(Fen)












