Bocah Terseret Ombak, Tim SAR Gabungan Temukan Sekitar 500 Meter Di TKP

Gebrakkasus.com – Lampung, – Seorang remaja berusia 16 tahun yang terseret ombak di Pantai Batu Rame, Kecamatan Kalianda, kabupaten Lampung Selatan, Kini ditemukan tidak bernyawa, pada siang hari Rabu tanggal 25 Maret 2026.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur terkait, antara lain Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (dipimpin oleh Bupati), Polairud Lampung Selatan, Posal Kalianda, Polsek Kalianda, Koramil Kalianda, BPBD Lampung Selatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Lampung Selatan, serta warga masyarakat setempat.

Penemuan tersebut diumumkan secara resmi oleh Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara S.Sos.

Korban yang telah dinyatakan wafat adalah Muhammad Syafiq Sahreza, warga Dusun Jogja, desa Sidoarjo Kecamatan Way Panji.

Menurutnya, korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 13.05 WIB, di lokasi berjarak sekitar 500 meter dari titik awal korban terseret ombak.

“Setelah ditemukan, Tim SAR Gabungan segera melakukan evakuasi dan berhasil membawa korban ke darat pada pukul 13.15 WIB. Namun’ sayang sekali, kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa,” katanya dalam keterangan resminya.

Jenazah korban selanjutnya akan dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

“Seluruh unsur yang terlibat telah bekerja secara optimal dalam upaya pencarian. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak,” ucapnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Lampung Selatan, Sefri Masdian S.Sos., menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh seluruh tim gabungan dan masyarakat dalam menangani peristiwa ini.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuannya kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang terlibat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar pantai. Meskipun wilayah Lampung Selatan terkenal dengan keindahan pantainya yang menarik dan bersih, namun’ sebagian besar kawasan pantai memiliki batasan khusus yang tidak diperkenankan untuk mandi atau berenang.

“Patuhi imbauan yang diberikan, baik dalam bentuk tulisan maupun arahan dari penjaga pantai. Dengan mematuhi imbauan dan meningkatkan kewaspadaan, kita berharap tidak ada lagi korban terseret arus yang terjadi di masa yang akan datang,” tandasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *