Jadi Sorotan Publik, Camat Bersama Rombongan Pamer Makan – makan di Lokasi Banjir

Poto: Saat para pejabat makan- makan dalam kunjungan banjir di Desa Bandar Hurip Kecamatan Palas.

Gebrakkasus.com – LAMSEL,- Aksi peduli kunjungan bencana banjir di Desa Bandar Hurip Kecamatan Palas yang dilihatkan oleh pemerintah tersebut mendapat kritik keras dari warga sekitar, pada hari Minggu tanggal 4/1/2025.

Diketahui Rombongan tersebut dikomandoi oleh Kepala Dinas PMD Erdiansyah, Ketua CSR Akbar Bintang, Ketua Dekopin Rudi Topan serta Camat Palas dan sejumlah kepala desa bandahurip Sugianto perangkat desa setempat tiba-tiba mendapat gelombang respon negatif dari warga.

Hal ini dipicu setelah beredarnya swafoto di jagat dunia maya, rombongan tersebut yang menunjukkan makan-makan enak di lokasi banjir. Warga menganggap nya tidak peka terhadap kondisi dan psikologis para korban bencana banjir dilokasi.

“Bukannya turut prihatinnya, mereka yang malah pamer-pamer foto sedang makan-makanan enak. Iya sih Memang Hak mereka, tapi ya kok fotonya di sebar luaskan gitu. Apa gak menghargai para korban yang lagi menghadapi musibah,” ujar salah satu warga desa Bandarhurip yang enggan disebutkan namanya.

Banyaknya juga yang negatif komentar mempertanyakan keseriusan dari pemerintah daerah dan niat rombongan tersebut dalam memberikan bantuan, nampaknya itu cuman karena dokumentasi tampak lebih menonjolkan kenyamanan pribadi mereka saja.

Tak sedikit pula yang nyinyir bahwa aksi rombongan dari pemerintah daerah tersebut, seolah-olah mengejek para korban banjir yang tengah berada dalam situasi sulit dan kehilangan banyak barang berharga mereka.

“Kunjungan rombongan pemerintah itu hanya membuat foto-foto, publikasi saja bahwa mereka telah melakukan kegiatan sosial untuk laporan ke atasan mereka. Ini namanya memanfaatkan penderitaan rakyat untuk kepentingan pribadi mereka saja,” ucapnya warga sekitar an yang terkena dampak banjir.

Lain juga dengan netesin menggunakan, Ada saja jalan nya kalau tuhan sudah murka, Tampa mereka sadari bahwa itu sangat contoh tidak baik,, hhhaaaa dikira kelakuan mereka itu masyarakat banga, dengan Selvi di tengah penderitaan rakyat.

Saat dikonfirmasi tim media ini kepada Dinas PMD Lamsel Erdiansyah mengatakan, kita kunjungan bersama tim untuk mengunjungi banjir langsung ke lokasi, dan berdiskusi untuk mencari solusi dampak banjir tersebut.

Selain soal penanganan banjirnya yang setiap tahun ada, juga untuk bagaimana sawah yang terdampak bisa ada alternatif selain tanaman padi selama musim banjir , misalnya. budidaya ikan nila dan lainnya, bahkan kita ada simbolis juga untuk bantuan kepada yang terdampak. ” Kalau Untuk soal makanannya tersedia itu disediakan oleh desa/kecamatan, intinya kita dari PMD juga tidak tau makan nya sudah ada”. Katanya Erdiansyah kepada Dinas PMD.

Media ini pun menanyakan kepada camat Palas Rosalina untuk keberimbangan berita, pada hari Senin tanggal 5 Januari 2026, Terimakasih konfirmasinya… Kami kedatangan tamu untuk mencari solusi banjir yang datang berulang .. dengan Bisnis budidaya ikan nila salin di Bandanhurip.

Yang datang ada kadis PMD, Dekopinda, ketua forum CSR, untuk makanan disediakan kades Bandanhurip, ada Gapoktan aparatur desa dan masyarakat Bandahurip dilokasi.

Untuk makanannya itu rebusan minum air kelapa dari desa, kalau dibilang makan enak dan lainnya setiap orang akan memiliki persepsi berbeda tentang sajian ini.. Monggo disilahkan.. tetapi kami datang tamu dari kabupaten denga solusi langsung di TKP, Ujarnya camat.

“Kami diskusi disana bersama bagian dari masyarakat juga.. itu inti dari kegiatan dan bukan acara makan2, ini saja dari saya karena saya tidak bisa juga memaksakan pikiran saya ke orang lain. Kami terus berpikir bagaimana kami dapat memberikan solusi untuk masyarakat kami yang selalu kebanjiran dan team yang hadir membawa solusi tersebut. Makanan seadanya itu dari pak kades dan warga bandahuripπŸ™” jelasnya melalui WhatsAppnya Camat Palas.

Saat dikonfirmasi Selaku Kepala desa bandahurip Sugianto untuk memastikan, belum memberikan keterangan sampai berita ini diterbitkan.

Disini publik mempertanyakan apakah kinerja pemerintah kabupaten Daerah Lamsel memang harus Poto Poto makanan Saat bencana banjir,,? (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *