Gas Bocor Picu Kekacauan MBG di Baron, Mitra SPPG Buka Suara dan Minta Maaf

 

NGANJUK  — Keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Baron yang sempat menuai sorotan publik akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Mitra SPPG Baron mengungkap bahwa insiden tersebut dipicu oleh masalah teknis berupa kebocoran pada jaringan saluran gas yang menghambat proses produksi makanan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) itu sebelumnya memicu keluhan dari sejumlah sekolah penerima manfaat. Program yang dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi siswa sempat terganggu, sehingga distribusi makanan tidak berjalan sesuai jadwal.

Menanggapi hal tersebut, pihak mitra SPPG Baron menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan oleh kendala bahan baku atau manajemen distribusi, melainkan murni akibat gangguan teknis.

“Keterlambatan ini murni akibat kebocoran saluran gas, bukan karena kekurangan atau keterlambatan bahan makanan,” ujar Bagus Setyo Nugroho, mitra Badan Gizi Nasional.

Ia menjelaskan, kebocoran terjadi secara tiba-tiba dan langsung ditangani dengan berkoordinasi bersama pihak ketiga sebagai vendor penyedia jaringan gas. Namun, proses perbaikan membutuhkan waktu sehingga aktivitas produksi tidak dapat berjalan normal.

Akibatnya, jadwal distribusi ke sejumlah sekolah penerima MBG mengalami keterlambatan. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran, mengingat program tersebut menyasar kebutuhan gizi harian siswa.

Di sisi lain, pihak mitra bersama jajaran SPPG Baron Raya memilih bersikap terbuka atas kejadian tersebut. Bagus Setyo Nugroho, didampingi Kepala SPPG dan Akuntan SPPG Baron Raya, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya kepada Yayasan Kemala Bhayangkari dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh,” pungkasnya. (Ev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *