Jembatan Gantung Bantaragung Resmi Dibuka : Harapan Baru untuk Warga Pemalang

 

PEMALANG| Sebuah senyum lebar menghiasi wajah warga Pemalang saat menjejakkan kaki di atas Jembatan Gantung Bantaragung, yang kini berdiri kokoh dan siap menghubungkan kehidupan dua desa. Setelah sekian lama terisolasi akibat kerusakan jembatan lama, kehadiran jembatan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi masyarakat.

Peresmian dilakukan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., didampingi Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pemalang.

Momen bersejarah ini menjadi simbol kuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Jembatan Gantung Bantaragung memiliki panjang total 162 meter, dengan bentang utama 67 meter dan jembatan penghubung 95 meter, lebar 1,2 meter. Jembatan ini menghubungkan Desa Payung, Kecamatan Godean, dengan Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, yang selama ini sulit dijangkau akibat bencana alam.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodam IV/Diponegoro dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah dan DIY, bukti nyata bahwa semangat gotong royong mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan cepat dan tepat.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan, pembangunan ini menjadi bagian dari program pemerintah yang mendapat perhatian langsung Presiden. TNI akan terus berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Usai peresmian, digelar syukuran dan doa bersama, serta pembagian bingkisan bagi warga sebagai bentuk kepedulian.

Kehadiran jembatan ini diharapkan membuka akses yang lebih aman, mendorong aktivitas ekonomi, dan mempererat hubungan sosial antarwarga kedua desa.

Kini, Jembatan Gantung Bantaragung bukan sekadar penghubung fisik, tetapi juga simbol harapan dan kebangkitan bagi kehidupan masyarakat Pemalang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *