DEMAK | Dugaan praktik mafia BBM kembali mencoreng wilayah Pantura. Sebuah truk hijau yang diduga mengangkut solar ilegal kedapatan menggunakan plat nomor berbeda antara bagian depan dan belakang saat melintas dari SPBU Tengguli, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.10 WIB.
Kendaraan mencurigakan itu sempat dibuntuti sebelum akhirnya dihentikan. Saat diperiksa, fakta mencengangkan terungkap: identitas kendaraan tidak sesuai, dan dari balik terpal penutup bak tercium bau menyengat khas solar.
Sopir truk tak banyak mengelak. Ia menyebut muatan tersebut milik seseorang bernama Adam, warga Genukan. Lebih mengejutkan, muncul nama Irwan yang disebut sebagai koordinator lapangan dan diduga merupakan oknum dari institusi militer.
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa praktik distribusi BBM ilegal di jalur Pantura bukan aksi sporadis, melainkan terorganisir dan terstruktur.
Penggunaan plat nomor ganda menjadi indikasi kuat adanya upaya mengelabui aparat penegak hukum.
Publik pun geram. Desakan keras diarahkan kepada aparat kepolisian agar tidak menutup mata. Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Demak dituntut segera bertindak tegas, mengusut tuntas jaringan di balik praktik ilegal ini—tanpa pandang bulu.
Jika benar melibatkan oknum aparat, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap institusi dan kepercayaan publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Sikap diam ini justru memunculkan tanda tanya besar: ada apa di balik kasus ini?
Masyarakat kini menunggu—apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau kembali tunduk pada kekuatan “orang dalam”. (mf)












