PURWOREJO | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamasan, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, menuai sorotan tajam warga. Pasalnya, menu MBG yang dibagikan pada Kamis (29/1/2026) disinyalir dalam kondisi tidak layak konsumsi, dengan telur berbau busuk dan sayuran yang sudah basi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan makanan basi tersebut langsung memicu reaksi keras masyarakat, khususnya para orang tua siswa. Keluhan ramai dibicarakan di media sosial, salah satunya melalui grup Facebook Info-“KEC BRUNO”.
Seorang netizen bernama Sarah mengunggah postingan bernada sarkas terkait menu MBG dari SPPG Kamasan. Dalam unggahannya, ia menyebut menu tersebut “sangat bergizi”, namun dengan maksud sindiran karena kondisi makanan yang justru sebaliknya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Kaliwungu kepada redaksi.
“Hari kemarin sayur mi-nya basi. Lagi heboh di Kecamatan Bruno. Anak saya dapat telurnya tidak dimakan karena bau busuk,” tulis seorang warga melalui pesan singkat.
Sejumlah komentar warganet di grup Info-“KEC BRUNO” turut menguatkan dugaan tersebut.
Sarah menulis singkat, “sangat bergiziiiiiiiiiiiii.”

Lilis Suryani mengungkapkan bahwa dirinya bahkan sempat didatangi staf SPPG setelah menyampaikan kritik.
“Kemarin malah didatengin staf SPPG-nya, katanya baper. Isinya cuma secuil, nggak mau dikritik,” tulisnya.
Komentar lain menyebutkan bahwa makanan MBG tersebut terpaksa dibuang. “Anakku langsung dibuang di sekolah,” tulis Lilis.
Sementara Irma Aldi menyebut, “Sayurnya basi, telurnya bau busuk. Benar-benar ‘nikmat’ gizinya,” tulisnya disertai tawa sinis.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola SPPG MBG Kamasan, Farhan dan Daffa, saat dihubungi belum bersedia memberikan klarifikasi terkait dugaan telur busuk dan sayuran basi tersebut.
Kasus ini menambah daftar persoalan pelaksanaan program MBG di daerah, sekaligus memunculkan tuntutan warga agar pengawasan kualitas makanan bagi siswa diperketat. (str)












