Air Mati Diam-Diam, Pelanggan Kesal! Layanan Perumdam Air Minum Tirta Satria Banyumas Disorot Warga

Pamflet pemberitahuan gangguan aliran air yang dinilai lambat (Ist)

PURWOKERTO | Pelayanan Perumdam Air Minum Tirta Satria Kabupaten Banyumas kembali bikin pelanggan naik darah. Air mati berjam-jam, tapi pemberitahuan justru menyusul belakangan. Warga pun menilai PDAM pelat merah itu gagal melayani dan minim tanggung jawab.

Gangguan aliran air terjadi Senin (12/1/2026) dan melumpuhkan suplai di sejumlah wilayah, mulai Kelurahan Tanjung, Pangebatan, Kedungwringin, Sidabowa, Kedungrandu, Patikraja, Pegalongan, hingga Notog. Ironisnya, pelanggan dibiarkan kelabakan tanpa informasi jelas.

Salah satu pelanggan, Sutris (50), mengaku baru mendapat kejelasan setelah air mati hampir seharian.
“Air sudah mati sejak pagi. Baru sekitar jam 15.40 WIB saya hubungi Humas, itu pun setelah saya ngejar. Pamflet gangguan baru dikirim, katanya air mati jam 10 sampai jam 5 sore. Faktanya? Air baru hidup jam 10 malam,” semprot Sutris.

Sutris menilai pola komunikasi Tirta Satria sangat memprihatinkan. Menurutnya, pemberitahuan seharusnya dilakukan sebelum air dimatikan, bukan setelah warga dirugikan.

“Jangan mentang-mentang monopoli layanan air. Mestinya semua pelanggan dikirimi pemberitahuan lewat HP. Tidak semua orang main Instagram, tapi pelanggan pasti punya nomor ponsel,” tegasnya.

Kekesalan bertambah saat Sutris menghubungi call center. Alih-alih mendapat solusi, ia justru diarahkan ke Cabang Purwokerto 2. Respons cabang dinilai membingungkan dan terkesan saling lempar tanggung jawab.

“Dari cabang malah bilang kaget karena info baru beredar pagi. Jawabannya cuma, ‘nggih nanti tak sampaikan humasnya’. Ini perusahaan daerah, bukan warung kopi,” sindirnya.

Keluhan serupa disampaikan pelanggan lain. Mereka menyebut Tirta Satria galak saat menagih, tapi lembek saat melayani.
“Kalau urusan tunggakan, cepat sekali. Tapi giliran air mati, pelanggan dibiarkan tanpa kabar. Ini pelayanan atau pembiaran?” keluh pelanggan lainnya.

Warga mendesak Perumdam Air Minum Tirta Satria Banyumas segera berbenah total. Sistem pemberitahuan gangguan dinilai amburadul dan tidak mencerminkan pelayanan publik yang profesional.

“Air itu kebutuhan dasar. Jangan main-main. Jangan cuma jago narik duit, tapi minim empati ke pelanggan,” tandas warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *