Ketika Akal dan Nafsu Diciptakan oleh Allah Sebelum manusia mengenal dunia, sebelum bumi dihuni oleh langkah kaki dan tangisan bayi,
Allah ď·» menciptakan dua kekuatan besar yang kelak akan menentukan nasib manusia: Akal dan Nafsu. Keduanya bukan makhluk biasa.
Keduanya adalah amanah.
Dan dari keduanya, lahir seluruh perjalanan hidup manusia—antara ketinggian derajat dan kehinaan.
•> Penciptaan Akal
Allah ď·» lebih dahulu menciptakan Akal. Akal diciptakan dari cahaya ketenangan, kejernihan, dan kemampuan memahami kebenaran.
Ketika Akal diciptakan, Allah berfirman kepadanya:“Menghadaplah.” Maka Akal pun menghadap. “Berpalinglah.” Maka Akal pun berpaling.
Lalu Allah berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, tidak Aku ciptakan sesuatu yang lebih mulia darimu. Denganmu Aku memberi pahala, denganmu Aku memberi hukuman.” Akal tunduk tanpa membantah. Ia tidak membangkang. Ia tidak berdebat. Karena tabiat Akal adalah memahami dan taat.
•> Penciptaan Nafsu
Kemudian Allah ď·» menciptakan Nafsu. Nafsu diciptakan dari dorongan, keinginan, dan kecenderungan kepada kenikmatan. Ia bukan jahat sejak awal, tetapi liar jika dibiarkan.
Allah berfirman kepada Nafsu: “Menghadaplah.” Namun Nafsu diam. “Berpalinglah.” Nafsu tetap membangkang.
Lalu Allah berfirman: “Siapakah Aku?” Nafsu menjawab dengan kesombongan: “Engkau adalah Engkau, dan aku adalah aku.”
Maka Allah ď·» menghukumnya
Nafsu dimasukkan ke dalam neraka selama ribuan tahun,hingga hangus kesombongannya.
Ketika dikeluarkan, Allah kembali bertanya: “Siapakah Aku?” Nafsu menjawab dengan lemah: “Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah hamba-Mu.”
Barulah Nafsu tunduk namun’ tetap membawa sifat asalnya: ingin, menuntut, dan mengajak.
•> Pertarungan dalam Diri Manusia
Sejak saat itu, Allah menempatkan Akal dan Nafsu dalam diri manusia. • Akal mengajak kepada kebenaran • Nafsu mengajak kepada kenikmatan • Iman menjadi penengah • Hati menjadi medan perang
Jika Akal dibimbing oleh wahyu, ia mengangkat manusia lebih tinggi dari malaikat. Namun jika Nafsu menguasai Akal, manusia bisa jatuh lebih hina dari binatang.
•> Hikmah Besar di Balik Penciptaan
Allah tidak menciptakan Nafsu untuk dimusnahkan, tetapi untuk dikendalikan.
Karena tanpa Nafsu: • tidak ada keinginan beribadah dengan cinta,• tidak ada dorongan menikah,• tidak ada semangat mencari rezeki.
Dan tanpa Akal: • manusia tidak mengenal halal dan haram,• tidak memahami perintah dan larangan, • tidak mengenal Tuhannya.
•> Pesan untuk Jiwa yang Hidup
Setiap dosa adalah saat Nafsu berbicara lebih keras. Setiap taubat adalah saat Akal kembali memimpin. Setiap dzikir adalah rantai bagi Nafsu. Dan setiap ilmu adalah cahaya bagi Akal.
Maka berbahagialah orang yang: • menjadikan Akal sebagai pemimpin,• menjadikan Wahyu sebagai petunjuk,• dan menjadikan Nafsu sebagai pelayan, bukan tuan. “Karena di situlah letak kemuliaan manusia”.
Maka jadikanlah Akal, Nafsu, Hati mu Selalu Bersama Niscaya Engkau Akan terjaga di Dunia Dan Akhirat. 🤲🤲🤲Amin’ ya rabbal alamin 🤲🤲🤲












