TANGERANG | Aksi nekat bak film laga terjadi di udara! Seorang wanita muda berinisial KN bikin geger dunia penerbangan setelah menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan rute PalembangโJakarta. Gaya elit, atribut lengkap, tapi statusnyaโฆ palsu!
Peristiwa memalukan sekaligus berbahaya ini terjadi pada Selasa (6/1/2026).
Dengan percaya diri, KN tampil bak awak kabin profesional. Seragam rapi, make-up khas pramugari, hingga aksesori pendukung membuatnya tak terdeteksi sejak boarding.
Modal Seragam, Lolos Ketatnya Bandara
Hebatnya, KN membeli tiket sendiri layaknya penumpang biasa. Namun berkat penampilan yang sangat meyakinkan, ia sukses melenggang melewati pemeriksaan bandara tanpa kecurigaan sedikit pun.
Penumpang lain pun tak menyangka, mereka satu kabin dengan pramugari gadungan.
Ketahuan Gegara โPlonga-plongoโ
Drama mulai terkuak saat KN berada di dalam pesawat. Awak kabin asli mulai curiga dengan gerak-geriknya. Saat diajak ngobrol soal prosedur keselamatan dan tugas awak kabin, jawabannya justru ngawur, melantur, dan tak nyambung.
Kecurigaan kru langsung memuncak. Laporan pun dikirim ke pihak keamanan bandara tujuan.
Diciduk Avsec, Masih Ngotot Ngaku Pramugari
Begitu pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/1/2026), petugas Aviation Security (Avsec) langsung bergerak cepat. KN dicegat dan digelandang ke ruang pemeriksaan.
Anehnya, meski sudah terpojok, KN masih ngotot mengaku pramugari resmi. Ia bahkan sempat memamerkan ID card, namun setelah dicek, identitas tersebut sudah kedaluwarsa alias tidak sah.
Motif Bikin Miris: Malu Sama Keluarga
Fakta mencengangkan terungkap. Aksi nekat KN diduga dipicu rasa malu pada keluarga. Ia disebut-sebut gagal lolos seleksi pramugari, lalu nekat mengenakan seragam demi terlihat sukses di mata orang-orang kampung halaman.
Bukan Sekadar Gaya, Tapi Ancaman Nyata
Pihak otoritas penerbangan menegaskan, penyalahgunaan atribut awak kabin adalah pelanggaran serius. Bukan cuma soal penipuan, tapi juga mengancam keselamatan penerbangan dan penumpang.
Kini KN harus berhadapan dengan proses hukum. Langit Indonesia pun kembali diingatkan:
Satu seragam palsu bisa berujung bahaya besar! (*)












