Poto dilokasi Terdapat pembangunan di Jalan Untung Suropati kelurahan Labuhan Ratu Raya semakin membuat warga di sekitar geram.
Gebrakkasus.com – LAMPUNG, – Lambatnya respon Dinas PU Kota Bandar Lampung dalam menindaklanjuti keluhan warga terkait Pembangunan Drainase di Jalan Untung Suropati kelurahan Labuhan Ratu Raya semakin membuat warga di sekitar geram, pada hari Senin tanggal 5 Januari 2025.
Masyarakat yang dilokasi Terdapat pembangunan tersebut minta perbaikan total, karena menurut mereka, dengan plat deker yang dibangun tidak sesuai dengan spesifikasi akan menjadi bom waktu bagi pengguna kendaraan sehingga mengakibatkan kecelakaan.
Seperti yang terlihat dengan kasat mata mainhole (plat deker buka tutup) sebagian besar sudah patah dan sebagian merosot ke dalam selokan, sebagian lagi sudah tampak agregatnya karena tergerus oleh air.
“Kami kwatir drainase yang ada, jadi ini menjadi bom waktu bagi pengguna kendaraan dan mengakibatkan kecelakaan, karena penutup drainase tidak maksimal rawal amblas. Jadi kami berharap pihak dinas terkait melakukan perbaikan total, bukan hanya mengganti atau menambalnya bagian yang patah saja” Jelas warga setempat.
Sementara itu menurut Zubaidi Konsultan Teknis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pembinaan Rakyat Lampung ( PRL) yang meninjau langsung Proyek Drainase di Jalan Untung Suropati tersebut, dapat diduga kuat bahwa pembangunan drainase itu tidak sesuai bastek, karena plat deker dikerjakan manual. Dapat dipastikan volume agregat, sen, water cemen tidak sesuai konsentrasi yang semestinya.
Menurutnya, sen (pasir) yang digunakan asalan tidak uji lumpur, plat deker yang diduga kuat tidak memenuhi mutu K250, serta besi anyam sebaris/sebaris, yang semestinya harus doble, mainlole di beberapa titik juga patah.
“Kuat dugaan rekanan memang melalaikan teknis pekerjaan, sen (pasir) yang digunakan asalan tidak uji lumpur, plat deker juga diduga kuat tidak memenuhi mutu K250 serta besi dianyam sebaris, semestinya harus doble, mainlole patah, tidak hanya pelaksana yang dituntut bertanggung jawab, akan tapi patut kita pertanyakan fungsi konsultan teknis di lapangan dan peran pengawasan dari dinas terkait” Ucap Zubaidi.
Dari berita sebelumnya Jimy selaku kontraktor pelaksana, yang dihubungi tim media ini via WhatsApp pada jum’at (02-01-2026), alih-alih menyadari kalau pekerjaannya tidak maksimal, justru dia menyalahkan warga masyarakat sekitar, yang menurutnya tidak sabaran untuk lalu lalang.
“Iya itu udah diperbaiki lagi tapi baru jadi, warga tetap gak mau nunggu kering. Mereka tetap aja bolak balik. Jadi itu udah opname ples PHO, diketahui lurah, RT sama warga setempat, Jadi bingung tindak lanjutnya gimana, kita rekanan dah maximal”jelas Jimy.
Sementara Camat Labuhan Ratu Hendra Setiawan dikabarkan sudah meninjau langsung ke lokasi pada hari minggu 4 Januari 2026, tapi sampai berita ini dimuat belum diperoleh keterangan resmi hasil peninjauan langsung tersebut.
Sementara itu Irwan Setiawan Selaku Kepala Bidang Pihak Dinas PU Kota Bandar Lampung yang di hubungi pada senin (05-01-2025) oleh tim untuk diminta tanggapannya agar berita dapat berimbang, sampai dengan berita ini dimuat, belum memberikan penjelasan resmi nya. (Tim)












